Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi pelaku bisnis memikul beban hutang. ( Foto: freepik.com )

Ilustrasi pelaku bisnis memikul beban hutang. ( Foto: freepik.com )

Peningkatan Utang Juga Dialami Negara Lain

Selasa, 27 Oktober 2020 | 08:38 WIB
Triyan Pangastuti dan Abdul Muslim (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Meski meningkat, utang pemerintah dinilai masih dalam batas aman karena sebagian besar utang adalah hasil penjualan surat berharga negara (SBN) dengan mayoritas pembeli dari dalam negeri. Peningkatan utang setahun terakhir disebabkan oleh membengkaknya kebutuhan dana APBN untuk menangani Covid-19 dan stimulus ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, peningkatan utang selama masa pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga terjadi di Negara-negara lain di dunia, termasuk negara maju. Hal ini seiring berbagai stimulus fiskal yang digelontorkan pemerintah untuk menopang agar penurunan ekonomi tidak terlalu dalam atau countercyclical.

Sri Mulyani. Foto: IST
Sri Mulyani. Foto: IST

Untuk menopang agar penurunan ekonomi tidak terlalu dalam atau countercyclical, maka langkahnya dengan menambah pembiayaan utang. Kalau kami lihat fiskal untuk countercyclical melalui defisit anggaran. Kami tentu lihat implikasinya ke utang, bisa dilihat ke negara-negara lain juga mengalami hal yang sama,” ujar Menkeu.  Menkeu mengatakan, meski rasio utang Indonesia mencapai 38,5% terhadap PDB pada 2020, pemerintah dipastikan akan tetap mengelola utang secara prudent. Hal ini perlu terus diwaspadai agar tidak menganggu pemulihan ekonomi ke depan.

Ia menuturkan, rasio utang Indonesia masih lebih rendah dari banyak negara lain di dunia. Di kawasan Asia Tenggara misalnya, rasio utang Filipina yang tahun 2019 sebesar 37% diperkirakan bakal naik menjadi 48,9% terhadap PDB pada tahun ini. Thailand akan naik dari 41,1% menjadi 50,4%, dan Malaysia akan naik dari 57,2% menjadi 67,6% terhadap PDB.

Rasio utang Tiongkok diproyeksikan akan meningkat dari 52,6% menjadi 61,7% dan India melonjak dari 72,3% menjadi 89,3% terhadap PDB.

Perkiraan rasio utang terhadap PDB berbagai negara
Perkiraan rasio utang terhadap PDB berbagai negara

Sementara itu, untuk rasio utang di negara- negara Eropa, yakni untuk rasio utang Italia diproyeksi melonjak dari 134,8% menjadi 161,8%, Prancis dari 98,1% menjadi 118,7%, Inggris dari 85,4% ke 108%, dan Jerman dari 59,5% ke 73,3% terhadap PDB.

“Bahkan rasio utang di Negara Amerika diperkirakan akan tembus 131,2% di tahun ini, perkiraan ini meningkat dibandingkan tahun lalu 108,7% PDB. Ini yang terjadi di berbagai negara, konsolidasi fiskal menjadi keharusan,” tutur dia.

Sementara itu, Kementerian Keuangan menyatakan rasio utang RI terhadap PDB itu masih tetap aman, karena masih di bawah batas maksimal di Undang-Undang Keuangan Negara. UU No 17 Tahun 2013 tentang Keuangan Negara memperbolehkan rasio utang hingga menyentuh 60% dari PDB.

SBN Ritel

Pada kesempatan terpisah sebelumnya, DJPPR Kemenkeu menyatakan akan mengakomodir permintaan masyarakat yang meningkat terhadap SBN ritel. Pemerintah juga menaikkan kuota penjualan pada sistem e-SBN.“Sampai dengan penerbitan SBN ritel yang kelima di tahun 2020, pemerintah berhasil menyerap Rp 71,37 triliun.

Animo masyarakat yang tinggi menunjukkan masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kebiasaan berinvestasi walaupun di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi. Instrumen yang sudah jelas keamanannya seperti ORI menjadi pilihan masyarakat,” papar DJPPR Kemenkeu.(ns/ant/sumber lain/en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com