Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kapal Perintis Pelni. Foto ilustrasi: IST

Kapal Perintis Pelni. Foto ilustrasi: IST

Pelni Kaji Penambahan Rute KM Dorolonda

Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:27 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Pelni (Persero) tengah mengkaji kemungkinan menambah rute kapal KM Dorolonda untuk menyinggahi Pulau Morotai.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti permintaan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai yang meminta kepada PT Pelni untuk menambah akses kapal Pelni yang dapat menghubungkan Morotai langsung ke Bitung, Manado. Permintaan disampaikan langsung oleh Bupati Morotai Benny Laos saat menerima kunjungan kerja Komisaris Utama PT Pelni Ali Masykur Musa dan Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni Masrul Khalimi belum lama ini.

"Secara langsung Bapak Benny Laos menyampaikan harapannya agar kapal Pelni KM Dorolonda dapat segera masuk ke Morotai dan menghubungkan wilayah ini langsung dengan Bitung di Sulawesi Utara. Bagi kami, ini juga dapat menjadi peluang untuk memberikan alternatif wisata bagi turis asing, khususnya wisatawan Tiongkok yang kita tahu kunjungan ke Manado yang cukup tinggi untuk melirik wisata alam bawah laut Pulau Morotai yang indah," ungkap Masrul Khalimi dalam keterangannya, Selasa (27/10).

Untuk diketahui, rute pelayaran KM Dorolonda, kapasitas angkut 2.000 penumpang, saat ini adalah Tanjung Priok - Surabaya - Makassar - Bau Bau - Namlea - Ambon - Ternate - Bitung (PP).

Di samping wisata, Masrul menambahkan, Pulau Morotai juga memiliki muatan beku tuna ekor kuning yang memiliki nilai jual ekspor.

"Dua tahun terakhir muatan beku tuna dari Morotai sudah rutin diangkut menggunakan kapal tol laut menuju Surabaya. Tapi Bapak Benny (Bupati Morotai) mengungkapkan kemungkinan muatan beku tuna juga dikirim ke Bitung untuk dapat diekspor ke Jepang," ujarnya.

Sebagai catatan, muatan beku yang dikirim dari Morotai dengan tujuan Surabaya menggunakan kapal tol laut mencapai 81 TEUs hingga awal Oktober 2020 ini. Pada tahun 2019, Morotai mampu mengirimkan 600 ton tuna beku kualitas ekspor ke Surabaya dengan tujuan Vietnam. Di pasaran, tuna tangkapan Morotai dihargai US$ 9 per kilogram. Rata-rata ukuran tuna tangkapan nelayan di perairan Morotain dapat mencapai kisaran 70 kilogram per ekor.

Dari hasil kunjungan kerja ke Morotai, Masrul meyakini bahwa KM Dorolonda dapat sandar di Pelabuhan Morotai. Ini didasarkan pada hitungan KM Lognus 6 yang memiliki tonase bobot mati (deadweight tonnage) sekitar 9.000 ton, sementara DWT KM Dorolonda hanya 3.000 ton. Sementara untuk panjang dermaga di Morotai mencapai 148 meter. Sedangkan, KM Dorolonda dengan panjang 146 meter dan KM Lognus 6 hanya 122 meter.

"Secara hitungan kasar, KM Dorolonda sangat memungkinkan untuk sandar di Morotai. Hasil kunjungan kerja ini, berikut pemeriksaan kami ke dermaga penumpang, akan kami laporkan dan menjadi bahan evaluasi untuk diusulkan ke Kementerian Perhubungan. Bila diterima, KM Dorolonda dapat mulai berlayar ke Morotai mulai 2021," tutur Masrul.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN