Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani dalam BSMH Economic Outlook 2021, Selasa pagi (24/11/2020) . Sumber: BSTV

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani dalam BSMH Economic Outlook 2021, Selasa pagi (24/11/2020) . Sumber: BSTV

Vaksinasi dan UU Cipta Kerja Jadi Harapan pada 2021

Selasa, 24 November 2020 | 11:31 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -Tahun 2020 sebentar lagi akan berakhir dengan pandemi Covid-19 yang belum mereda dan menghantam perekonomian nasional. Meski pertumbuhan ekonomi mulai membaik pada Kuartal III-2020, ancaman resesi masih belum sirna. Untuk 2021, dunia usaha memandang vaksinasi dan UU Cipta Kerja (Ciptaker) menjadi harapan akan membuat ekonomi menjadi lebih baik.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pihaknya melihat vaksinasi dan UU Cipta Kerja menjadi harapan agar pertumbuhan ekonomi 2021 menjadi lebih baik daripada 2020. Adanya Vaksinasi diharapkan faktor ketidakpastian itu menjadi lebih menurun.

“Karena kita di dunia usaha tidak suka kejutan. Jadi ada kepercayaan, rasa aman, dan yang paling penting bagaimana ini akan memulihkan belanja atau konsumsi dalam negeri kita,” ucap dia dalam webinar Economy Outlook 2021 yang diselenggarakan Berita Satu Media Holding (BSMH), Selasa (24/11).

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani dalam BSMH Economic Outlook 2021. Sumber: BSTV
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani dalam BSMH Economic Outlook 2021. Sumber: BSTV

Rosan menerangkan vaksinasi ini sangat erat hubungannya dengan konsumsi masyarakat yang berkontribusi sekitar 56-57% terhadap perekonomian nasional. Dengan adanya vaksinasi, kelas menangah dan atas akan mulai membelanjakan uangnya. Saat ini kedua kalangan itu menahan belanjanya karena masih khawatir pada pandemi dan cenderung menabung di bank.

Dia menambahkan pada Januari 2020 nilai obligasi di perbankan sekitar Rp 630 T sekarang di November 2020 sudah mencapai angka di Rp 1.422 T.

“Padahal kontribusi kelas menengah dan atas terhadap konsumsi nasional kurang lebih hampir 80%,” ucap Rosan.

Bila vaksinasi telah dilakukan maka selain ada peningkatan konsumsi, juga akan terjadi peningkatan kapasitas dari dunia usaha untuk memenuhi peningkatan tersebut. Ini pada akhirnya akan meningkatkan investasi dari dunia usaha.

Rosan mengungkapkan yang diinginkan dunia usaha adalah modal kerja, untuk bertahan di tengah tekanan Covid-19. Dia berharap suku bunganya cukup menarik atau cukup rendah. Apakah dimungkinkan antara 3-4% tidak hanya untuk UMKM tetapi juga untuk usaha menengah. Saat ini UMKM Indonesia sudah menjadi bagian dari proses produksi dari dunia usaha.

“Jadi kalau pemulihan itu hanya berkonsentrasi di UMKM, di dunia usahanya ini belum mendapatkan modal kerja juga, nanti penyelamatannya tidak akan bisa mencapai hasl yang optimal,” ujar dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN