Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Agus Suparmanto. Sumber: BSTV

Agus Suparmanto. Sumber: BSTV

Transaksi TEI 2020 Sentuh US$ 1,2 Miliar

Minggu, 13 Desember 2020 | 11:16 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, transaksi Trade Expo Indonesia ke-35 Virtual Exhibition (TEI-VE) 2020 membukukan total nilai transaksi prospektif sebesar US$ 1,2 miliar, melampaui target US$ 1 miliar. Transaksi tersebut dibukukan sejak pameran dibuka pada 10 November 2020 hingga 10 Desember 2020 pukul 13.25 WIB, saat penayangan produk diakhiri.

“Pantauan kami, TEI-VE 2020 ini telah berjalan dengan lancar hingga berakhir virtual showcase-nya kemarin. Selama berjalannya TEI kali ini, memang ada beberapa tantangan yang dihadapi, baik dari sisi exhibitor atau eksportir maupun buyers, termasuk penyelenggara TEI. Namun, hal itu tidak mematahkan semangat kami untuk terus meningkatkan ekspor di masa pandemi,” ujar Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto dalam konferensi pers virtual, Jumat (11/12).

Agus menjelaskan, selama penyelenggaraan, TEI ke-35 sukses menghadirkan 690 exhibitors atau pelaku usaha dan sebanyak 7.459 buyers. Para buyers tersebut meliputi 3.352 buyers dari 127 negara mitra dagang dan 4.107 buyers lokal.

Lebih lanjut Agus memerinci, total transaksi prospektif US$ 1,2 miliar terdiri atas transaksi barang, jasa, maupun investasi. Transaksi barang dan jasa tercatat mencapai US$ 1,1 miliar, meliputi nilai dari nota kesepahaman barang dan jasa US$ 967,13 juta, transaksi harian US$ 124,75 juta, dan business matching US$ 435,28 ribu.

Sementara itu, transaksi investasi mencapai US$ 110 juta engan dua negara. Nilai ini terdiri atas potensi investasi dari Jepang senilai US$ 100 juta untuk produk palm oil mill effluents (POME) dan Mesir sebesar US$ 10 juta untuk pabrik joint venture.

“Pada 2021, kita masih akan menghadapi masa sulit, karena pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi diprediksi masih ada di hampir seluruh negara dunia, termasuk Indonesia. Untuk itu, diharapkan hasil yang diperoleh TEI kali ini dapat terus berkelanjutan. Kami juga terus berupaya meningkatkan terobosan peningkatan ekspor nonmigas,” imbuh Agus.

Menteri Perdagangan. Foto: IST
Menteri Perdagangan. Foto: IST

Adapun 15 negara terbesar yang melakukan transaksi pada TEI ke-35 adalah Tiongkok senilai US$ 505,01 juta, Jepang US$ 224,20 juta, Mesir US$ 147,20 juta, Australia US$ 95,42 juta, Malaysia US$ 21,40 juta, Belanda US$ 19,34 juta, Filipina US$ 16,01 juta, Jerman US$ 14,78 juta, Amerika Serikat US$ 10,62 juta, India US$ 9,49 juta, Taiwan US$ 6,87 juta, Brasil senilai US$ 5,77 juta, Korea Selatan US$ 4,00 juta, Singapura US$ 3,73 juta, dan Hong Kong US$ 2,00 juta.

Adapun 15 produk ekspor yang mencatat transaksi terbesar selama TEI ke-35, adalah produk palm oil US$ 362,95 juta atau 33,23% dari total transaksi, kertas dan produk kertas US$ 244 juta atau 22,34%, makanan minuman dalam kemasan US$ 157,55 juta atau 14,42%, produk kopi US$ 78,14 juta atau 7,15%, kendaraan dan suku cadangnya US$ 52,36 juta atau 4,79%.

Selanjutnya, produk industri strategis US$ 50,01 juta atau 4,58%, bumbu masak dan rempah US$ 25,25 juta atau 2,31%, produk kayu ringan US$ 11,47 juta atau 1,05%, furnitur kayu US$ 9,97 juta atau 0,91%, produk perikanan US$ 9,24 juta atau 0,85%, furnitur rumah tangga US$ 9,22 juta atau 0,84%, rempah-rempah US$ 9 juta atau 0,82%, furnitur rotan US$ 8,22 juta atau 0,75%, alas kaki US$ 7 juta atau 0,64%, dan kerajinan kayu dan batu US$ 6 juta atau 0,55%

“Semoga hasil yang baik ini dapat semakin meningkat di masa depan untuk peningkatan ekspor nonmigas dan keseimbangan neraca perdagangan Indonesia,” imbuh Agus.

Ketua Komisi VI DPR Faisol Reza yang turut hadir dalam konferensi pers mengapresiasi kinerja Kemendag yang mampu meraih capaian menggembirakan dalam TEI ke-35._

“Hasil TEI ini cukup luar biasa dan tidak mudah dicapai di tengah masa pandemi yang berat ini. DPR sangat mengapresiasi pemerintah,, khususnya Kemendag yang terus berupaya menjaga pereknomian kita, Apalagi neraca perdagangan kita sampai saat ini masih surplus US$ 17 miliar,” kata Faisol.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN