Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada Sabtu (26/12/2020) meninjau pelaksanaan test Covid-19 di Airport Health Center di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada Sabtu (26/12/2020) meninjau pelaksanaan test Covid-19 di Airport Health Center di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Menhub: Protokol Kesehatan Harus Lebih Ketat

Sabtu, 26 Desember 2020 | 19:34 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan, protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat pada saat libur Natal dan Tahun Baru.

Pernyataan itu disampaikan Menhub saat meninjau Terminal 2 dan 3 Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta (Bandara Soetta), Tangerang, Banten, pada Sabtu (26/12/2020). Peninjauan dilakukan  untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik menghadapi masa libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

“Saya tekankan bahwa pada saat libur ini protokol kesehatan harus lebih ketat,” ujar Menhub seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet.

Selain melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan, Menhub juga mengecek tempat rapid test antigen/PCR test di terminal tersebut.

Ia juga  telah meminta Angkasa Pura II berkoordinasi dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan perbaikan dan penataan dalam rangka mengantisipasi terjadinya antrean panjang saat pelaksanaan tes cepat (rapid test) Covid-19 maupun pengecekan surat hasil pemeriksaan kesehatan di bandara.

Menteri Perhubungan. Foto: IST
Menteri Perhubungan. Foto: IST

Ditambahkan Menhub, ia juga mendapatkan masukan dari para ahli agar pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan dengan lebih aman yaitu dengan membuat bilik atau chamber. Sehingga pemeriksaan bisa dilakukan di dalam bilik atau chamber tersebut.

Lebih lanjut, ia meminta seluruh stakeholder penerbangan di Bandara Soetta untuk bersiap mengantisipasi terjadinya dua puncak perjalanan yang diprediksi terjadi pada 31 Desember 2020 dan pada arus balik di awal Januari 2021.

“Untuk mengantisipasi puncak perjalanan. Saya pikir seluruh stakeholder sudah siap untuk meningkatkan kapasitas karena titik-titik pemeriksaan dari protokol kesehatan itu sudah ditata sedemikian rupa. Jadi saya pikir itu bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Disebutkan bahwa mengantispasi puncak perjalanan libur maupun arus baliknya, Kementerian Perhubungan vakan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19, untuk memastikan distribusi rapid test antigen bisa dilakukan dengan baik di seluruh daerah agar tidak terjadi antrean.

Menhub juga mengapresiasi pihak-pihak terkait di Bandara, antara lain Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Angkasa Pura 2, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), TNI dan Polri, yang siap siaga menjaga penerapan protokol kesehatan dengan baik.

“Jika memang ada yang positif, mereka tetap diperlakukan dengan baik dan diberikan pemahaman bahwa mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan dan mereka bisa mendapatkan refund sesuai dengan harga yang dibayarkan,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Menhub juga membagikan masker dan hand sanitizer kepada sejumlah penumpang di Bandara Soetta.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN