Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Anggaran PC-PEN Bertambah Rp 31,6 Triliun

Selasa, 5 Januari 2021 | 10:46 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah kembali merevisi alokasi anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) pada tahun 2021 menjadi Rp 403,9 triliun atau naik Rp 31,6 triliun dari pagu yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 372,3 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, meski alokasi anggaran PEN tahun 2021 sudah ditetapkan dalam Undang-Undang APBN 2021, namun perubahan masih terjadi karena tantangan yang masih bergerak.

“Jadi ini masih banyak sekali APBN kita, walaupun sudah ditetapkan dalam UU namun perubahan dalam APBN masih akan terjadi sebab tantangan kita masih dinamis,” tuturnya.

Realisasi pencairan stimulus penanganan Covid-19 dan PEN sampai 31 Desember 2020
Realisasi pencairan stimulus penanganan Covid-19 dan PEN sampai 31 Desember 2020

Di sisi lain, APBN masih menjadi instrumen utama dalam penanganan dampak Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021.

Menurutnya, program PEN di tahun ini masih terbagi dalam enam kebijakan. Untuk anggaran kesehatan pemerintah mengalokasikan Rp 25,4 triliun dan angka ini masih bersifat sementara. Anggaran ini berasal dari anggaran kesehatan yang dialokasikan pemerintah di tahun ini sebesar Rp 169,7 triliun.

Anggaran bidang kesehatan itu digunakan untuk pengadaan vaksin Covid-19, sarana dan prasarana program vaksinasi, imunisasi, laboratorium litbang, serta cadangan bantuan iuran BPJS keperluan bagi PBPU/BP.

“Sesudah presiden menetapkan bahwa vaksinasi akan dilakukan secara gratis, anggarannya bisa akan mencapai lebih dari Rp 74 triliun hanya untuk vaksinasi, belum kita bicara tentang masalah kesehatan yang lain yang harus kita tangani ini masih banyak sekali APBN kita,” tuturnya.

Realisasi pencairan stimulus penanganan Covid-19 dan PEN sampai 31 Desember 2020
Realisasi pencairan stimulus penanganan Covid-19 dan PEN sampai 31 Desember 2020

Untuk bidang perlindungan sosial memiliki alokasi Rp 110,2 triliun dengan fokus PKH bagi 10 juta KPM, kartu sembako Rp 200 ribu per KPM, kartu Prakerja Rp 10 triliun, Dana Desa, serta bansos tunai bagi 10 juta KPM dengan Rp 200 ribu per KPM selama enam bulan.

Untuk bidang sektoral K/L dan pemda dialokasikan Rp 184,2 triliun yang difokuskan pada dukungan pariwisata, ketahanan pangan, pengembangan TIK, pinjaman ke daerah, padat karya K/L, kawasan industri, serta cadangan belanja PEN.

Untuk bidang UMKM dan pembiayaan korporasi dialokasikan Rp 63,84 triliun dengan fokus pada subsidi bunga KUR reguler, pembiayaan KUMKM, penempatan dana di perbankan, penjaminan loss limit, dan cadangan pembiayaan PEN.

“Selain itu juga digunakan untuk PMN kepada lembaga penjaminan (LPEI), PMN kepada BUMN yang menjalankan penugasan seperti Hutama Karya, ITDC, Pelindo III, dan KIW, serta penjaminan back stop loss limit,” tuturnya.

Terakhir, yaitu insentif usaha dialokasikan anggaran Rp 20,26 triliun meliputi pajak ditanggung pemerintah (DTP), pembebasan PPh 22 Impor, dan pengembalian pendahuluan PPN. (jn)

Baca juga

https://investor.id/business/bi-terus-berada-di-pasar-perdana-hingga-akhir-2021

https://investor.id/business/menkeu-anggaran-pen-terserap-834

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN