Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Operasi pencarian Sriwijaya Air SJ-182 berlangsung 24 jam. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Operasi pencarian Sriwijaya Air SJ-182 berlangsung 24 jam. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Komisi V Soroti Usia Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Senin, 11 Januari 2021 | 15:44 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Komisi V DPR menyoroti kelaikan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang berumur lebih dari 26 tahun. Karena itu, Komisi V akan memanggil Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam waktu dekat untuk mendapatkan penjelasan.

Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mengatakan, Komisi V akan mendalami lebih jauh jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Salah satu yang menjadi sorotan adalah usia pesawat tersebut.

"Ada tanggapan masalah penerbangan kita sedikit rawan. Oleh karena itu, kita mesti bicara persoalan. Yang pertama usia pesawat itu sendiri. Apa layak usia di atas 20 tahun masih dipakai penerbangan domestik kita," ujar Ridwan Bae di Posko JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021).

Operasi pencarian Sriwijaya Air SJ-182 berlangsung 24 jam. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Operasi pencarian Sriwijaya Air SJ-182 berlangsung 24 jam. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Selain itu, lanjut Ridwan, Komisi V juga menyoroti penerbangan bertarif murah. Jangan sampai, kata dia, penerbangan bertarif murah ini tak terlalu menghiraukan faktor keselamatan.

"Kemudian bagaimana pesawat-pesawat atau penerbangan yang bertarif murah ini jangan terlalu banyak mereka lahir tapi tidak memperhatikan faktor-faktor keselamatan. Karena biaya murah pada dasarnya menurut pemikiran orang itu adalah bisa terjadi dengan mengabaikan persoalan suku cadang yang sangat dibutuhkan," imbuh dia.

Menindaklanjuti hal-hal itu, ujar Ridwan, Komisi V akan memanggil atau mengundang menteri perhubungan dan pihak-pihak terkait.

"Satu harapan kami ke depan tidak lagi terjadi hal-hal seperti ini. Pada akhirnya kita melakukan penerbangan dan rakyat Indonesia dalam keadaan tenang dan tidak menimbulkan kegelisahan," papar dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN