Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

2020, Pemerintah Tingkatkan Kompetensi 901.177 Tenaga Kerja

Rabu, 10 Februari 2021 | 20:18 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan selama tahun  2020 telah meningkatkan kompetensi 901.177 orang. Peningkatan dilakukan melalui pelatihan vokasi, pemagangan, pelatihan produktivitas, dan sertifikasi kompetensi.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan  bila dirinci dari jumlah tersebut ada 749.307 orang menjalankan sertifikasi kompetensi 121.049 orang yang mengikuti pelatihan vokasi, 19.475 orang mengikuti pemagangan di industri, dan 11.346 orang mengikuti pelatihan produktivitas.

“Selama tahun 2020 kami (Kementerian Ketenagakerjaan) telah meningkatkan kompetensi sebanyak 901.177 orang melalui vokasi, pemagangan, pelatihan produktivitas dan sertifikasi kompetensi,” ucap Ida dalam konferensi pers pada Rabu (10/2).

Pengembangan kualitas tenaga kerja tidak bisa lepas dari Balai Latihan Kerja (BLK). Pada tahun 2020 Kemnaker telah membangun 1.014 BLK Komunitas di seluruh Indonesia. Sebelumnya di tahun 2019 Kemnaker telah melakukan pembangunan 988 BLK Komunitas, bila dikumulatifkan dari tahun 2017 sampai tahun 2020 Kemnaker telah membangun 2.127 BLK Komunitas.

“Kalau kita lihat sebarannya merata dari Sabang sampai Merauke, tidak hanya terkonsentrasi di satu atau dua pulau, “ucap Ida.

Ia mengatakan melalui program pendirian BLK Komunitas Tahun 2020, lembaga penerima bantuan BLK Komunitas akan menerima bantuan pembiayaan pembangunan 1 (satu) unit gedung workshop; dan bantuan peralatan pelatihan vokasi untuk satu kejuruan. Kemnaker juga melakukan pembangunan BLK Komunitas berbasis agama, baik Islam, Kristen, maupun agama yang lainnya. Khusus dalam agama Islam, pembangunan BLK Komunitas dilakukan di pesantren agar tidak terjadi kesenjangan kompetensi.

"Maka di pesantren dibangun BLK komunitas yang merupakan layanan pelatihan vokasi dan mendekat pada komunitas," ucap Ida.

Menurutnya, penyebaran BLK Komunitas sejatinya difokuskan untuk komunitas keagamaan. Namun mulai pertengahan 2020, Kemnaker memperluas cakupan program ini melalui peran komunitas Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB). Tujuannya, di samping untuk meningkatkan kompetensi para pekerja/buruh, juga untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

"Melalui peran serikat pekerja ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi anggota pekerja serta keluarganya yang pada akhirnya dapat menekan angka pengangguran," ucap Ida.

Ida mengatakan pemerintah juga terus melakukan transformasi BLK sebagai balai pelatihan vokasi yang menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja yang berdaya saing diharapkan di tingkat nasional dan  internasional.

“Kami tidak main main dan akan bekerja keras untuk meningkatkan transformasi BLK agar  bisa bersaing tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ucap Ida.

Kemnaker akan menjalankan sejumlah kegiatan dalam melakukan transformasi BLK. Pertama yaitu melakukan reformasi kelembagaan untuk meningkatkan kinerja organisasi BLK yang lebih inovatif dan transformatif. Kedua yaitu revitalisasi sarana dan prasarana untuk meningkatkan kapasitas fasilitas dan keterjangkauan BLK. Ketiga yaitu   redesain pelatihan untuk merespons tantangan ketenagakerjaan lokal, nasional, dan internasional.

Pada tahun 2020 ini pemerintah juga melakukan dua langkah baru yaitu relationship dan rebranding. Relationship untuk meningkatkan kemitraan dan kolaborasi stakeholder terkait dalam rangka memperkuat kinerja BLK. Terakhir yaitu rebranding untuk meningkatkan daya tarik dan kepercayaan publik terhadap BLK.

“Kami tahu persoalannya adalah link and match maka dibutuhkan relationship yang bagus Tentu saja kami akan melakukan rebranding agar masyarakat memiliki ketertarikan dan BLK akan dipercaya publik,” ucap Ida.

Ida mengatakan  arah  kebijakan untuk mengatasi masalah link and match  adalah membangun integrasi pelatihan, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja dalam bisnis proses yang utuh, sehingga dapat mempertemukan pencari kerja dengan permintaan pasar kerja. Beberapa upaya yang dilakukan untuk mencapai ini yaitu pertama  pengembangan sistem integrasi pelatihan, sertifikasi dan penempatan. Kedua penguatan kelembagaan pelayanan pasar kerja lintas- sektor dan unit. Ketiga yaitu penguatan SDM pelatihan, sertifikasi dan penempatan. Keempat yaitu penguatan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, berikutnya yaitu  digitalisasi pelayanan pasar kerja.

“Untuk mempertemukan pencari kerja dan pasar kerja dibutuhkan pengembangan kemitraan dan kolaborasi dengan stakeholder,” ucap Ida.  

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN