Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bambang PS Brodjonegoro. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Bambang PS Brodjonegoro. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

TIADA NEGARA MAJU TANPA RISET YANG TANGGUH

Pendirian BRIN Dinilai Mendesak

Kamis, 11 Februari 2021 | 10:38 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id) ,Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id — Tidak ada satu pun negara di dunia yang menggapai kemajuan tanpa dukungan inovasi yang ditopang riset yang kuat. Negara-negara Eropa, AS, Jepang, Korsel, dan Tiongkok memiliki lembaga riset yang tangguh dan Negara mengalokasikan dana riset dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diamanatkan UU No 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SNIPT) perlu segera didirikan. Hingga saat ini, pendirian BRIN terkendala peraturan presiden (perpres).

“Bola sekarang ada di Kementerian Hukum dan HAM,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro dalam sebuah focus group discussion (FGD), Selasa (9/2).

Susunan organisasi BRIN dalam perpres
Susunan organisasi BRIN dalam perpres

Ia menegaskan, Indonesia harus cepat membangun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang kuat untuk menghasilkan inovasi berbasis iptek, yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi tinggi agar menjadi negara maju (high income country) tahun 2045. Litbang-litbang yang ada di kementerian dan lembaga (K/L) harus digabungkan dan diintegrasikan, agar hasilnya bisa diadopsi oleh industri dan didukungpemerintah, sehingga betul-betul menjadi inovasi yang meningkatkan daya saing ekonomi.

“Penggabungan litbang-litbang yang ada di K/L itu agar kegiatan penelitian terintegrasi dan terorganisasi di bawah Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN. Dengan demikian bisa menjalankan scenario ekonomi berbasis inovasi, sehingga Indonesia dapat keluar dari middle income trap dan menjadi Negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045. Saat pandemi Covid-19 ini justru merupakan momentum kita untuk memperkuat inovasi,” ujar Bambang Brodjonegoro.

Iptek dan Inovasi kunci pertumbuhan ekonomi
Iptek dan Inovasi kunci pertumbuhan ekonomi

BRIN yang menghasilkan ino vasi diperlukan, pertama, untuk memacu pertumbuhan ekonomi, karena pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya didukung demand atau permintaan, namun juga supply yang kuat dari hasil inovasi produk dalam negeri.

Tidak hanya itu, demand yang kuat, selain karena penduduk yang besar, juga income harus tinggi. Itulah sebabnya, Tiongkok yang berpenduduk sekitar 1,4 miliar kini ekonominya hebat karena pasokan dari dalam negeri kuat didukung banyaknya inovasi.

Demikian pula India yang kini berpenduduk sekitar 1,3 miliar, bahkan diperkirakan 20 tahun ke depan akan mengalahkan Tiongkok dengan jumlah penduduk lebih besar dan banyak inovasi.

Anggaran riset beberapa negara
Anggaran riset beberapa negara

Kedua, dalam berbagai survey dapat disimpulkan bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tidak hanya karena faktor demand, namun juga investasi yang mengaplikasikan inovasi.

Di negara-negara maju, investasinya bagus. Perbaikan investasi ini diperlukan karena tanpa investasi berarti tidak ada produk dihasilkan. Jika tidak ada produk berarti tidak ada ekspor dan bila tidak ada ekspor berarti tidak ada pertumbuhan ekonomi. Investasi ini harus betul-betul menghasilkan produk- produk dengan brand lokal yang kompetitif dengan kuncinya adalah inovasi, bukan hanya substitusi. Dengan demikian, kita secara berkelanjutan tidak tergantung pada impor.

Ketiga, investasi yang memiliki multiplier effect tinggi atau bernilai tambah besar adalah investasi yang memerlukan inovasi. Ini misalnya dalam memproduksi mobil juga mampu menghasilkan blok mesin yang bernilai mahal. Demikian pula bisa memproduksi smartphone termasuk membuat chip-nya.

Ranking Global Innovatioan Index
Ranking Global Innovatioan Index

Merujuk pada sejarah dunia, mula- mula yang memiliki teknologi paling hebat adalah Eropa, kemudian industrinya maju karena inovasi. Berikutnya Amerika Serikat yang saat dijajah Inggris hanya mengekspor komoditas seperti Indonesia saat ini, setelah merdeka memajukan riset dan teknologi sehingga memiliki industri pesawat Boeing dan sekarang masuk high tech industries.

Jepang kemudian mengikuti dengan membangun industri elektronik dan mobil yang kuat, di mana inovasi mereka menciptakan produk yang berdaya saing tinggi dan laku di dunia. Hal ini juga diikuti Korea Selatan yang kini maju dalam industri smartphone dengan Samsung-nya. Berikutnya adalah Tiongkok di banyak produk. Untuk berinvestasi ini mereka menggunakan inovasi yang membutuhkan biaya dan riset yang mahal.

Demikian pula inovasi ini yang akan membawa Indonesia bisa lompat memasuki industri mobil listrik nasional yang ramah lingkungan dan mendukung ketahanan energi RI, tanpa perlu membangun dulu industri mobil konvensional.

Indonesia akan menjadi maju bila meniru cara-cara yang dilakukan Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan dengan melakukan investasi besar pada inovasi berbasis research and development (R&D).

Kemudian hasil riset perguruan tinggi dan LIPI sebagai think tank dikaji di hilir oleh BPPT dan kemudian diuji coba. Setelah hasilnya teruji maka langsung bisa digunakan perusahaan untuk basis berinvestasi menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan didukung pemerintah, sehingga kompetitif dan digemari oleh masyarakat. Hasil riset yang dapat dikapitalisasi inilah yang disebut inovasi. (mwd/ed/ant/sumber lain/en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN