Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Tiga Game Changer Harus Jalan Bareng

Senin, 15 Februari 2021 | 09:29 WIB
Triyan Pengastuti (redaksi@investor.id) ,Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com) ,Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –  Dalam pandangan ekonom Ryan Kiryanto, tiga game changer harus jalan berbarengan untuk memastikan perekonomian kembali ke zona positif, setelah pada kuartal IV-2020 masih mengalami kontraksi 2,19% (yoy).

Ketiganya adalah vaksinasi massal Covid-19, penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, dan implementasi UU Cipta Kerja secara konsisten.

Advertisement
Ekonom Ryan Kiryanto. Foto: IST
Ekonom Ryan Kiryanto. Foto: IST

Menurut Ryan, hanya bila tiga game changer itu dijalankan, confidence publik dan pelaku ekonomi bisa meningkat, baik untuk ekspansi produksi maupun kenaikan konsumsi.

Menurut dia, belum adanya confidence di kalangan pelaku usaha menyebabkan mereka masih enggan ekspansi. Hal ini pula yang menyebabkan sejumlah korporasi besar melunasi pinjamannya lebih cepat ke bank karena tidak mau terbebani oleh bunga utang.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara
Proyeksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara

Selanjutnya, perusahaan lebih mengandalkan pada dana perusahaan (self financing) untuk membiayai operasional usahannya. “Inilah yang membuat pertumbuhan kredit tahun lalu mengalami kontraksi 2,7%,” ujar Ryan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Akibat masih rendahnya confidence pelaku usaha, kata Ryan, pengeluaran pemerintah tetap menjadi andalan untuk menggerakkan perekonomian saat ini. Karena itu, belanja K/L, terutama 10 K/L dengan anggaran terbesar, harus digenjot. Ini ditujukan untuk memacing swasta mulai masuk ke kegiatan produksi.

Perkembangan outstanding kredit perbankan umum
Perkembangan outstanding kredit perbankan umum

“Sebab, belanja pemerintah dan kegiatan produksi swasta ini pasangan. Teman-teman Kadin menunggu, tapi sampai kapan? Kita tidak bisa menunggu,” tandas dia.

Ryan memberi contoh, Kementerian PUPR bisa menggenjot realisasi anggaran dengan segera membangun tol dan mempercepat pelaksanaan program bantuan sosial (bansos) tunai padat karya.

PMI Manufaktur Indonesia
PMI Manufaktur Indonesia

“Paling tidak, orang-orang yang kehilangan pekerjaan, masyarakat berpenghasilan rendah, kembali punya pekerjaan dan mendapatpenghasilan,” papar dia.

Namun demikian, Ryan kembali mengingatkan bahwa nomor satu yang harus dituntaskan adalah krisis kesehatan. Jika penyebaran Covid-19 tidak segera mereda, pemulihan ekonomi sulit dilakukan karena tidak adanya confidence dari publik dan pelaku usaha.

Chief Economist Danareksa Research Institute (DRI) Moekti P Soejachmoen. Foto: IST
Chief Economist Danareksa Research Institute (DRI) Moekti P Soejachmoen. Foto: IST

Berpendapat senada, Chief Economist Danareksa Research Institute (DRI) Moekti P Soejachmoen mengatakan, perbaikan ekonomi pada kuartal IV-2020 menjadi pertanda baik untuk peningkatan lebih lanjut pada kuartal I-2021

Moekti menunjuk beberapa katalisator yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal-kuartal berikutnya, seperti efektivitas strategi pemerintah menekan kasus Covid-19, distribusi vaksin, dan efektivitas stimulus pemerintah.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad. Foto: IST
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad. Foto: IST

Sedangkan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih kontraksi 1%. Apalagi pemerintah menerapkan PPKM berskala mikro mulai 9 Februari 2021.

Menurut Tauhid, program pemulihan ekonomi nasional perlu terobosan baru agar mampu mendorong percepatan pemulihan ekonomi, dengan memperbaiki data sasaran penerima, memperbaiki mekanisme pengalokasian, perubahan nilai alokasi anggaran, serta menghapus kegiatan program PEN yang boros dan tidak efektif.

Alokasi anggaran PC-PEN
Alokasi anggaran PC-PEN

“Anggaran PEN 2021 Rp 627,9 triliun perlu dikaji ulang mengingat skenario yang sama dengan 2020 tampaknya akan bernasib serupa dengan 2021,” ujar dia.

Tauhid berpendapat, anggaran K/L dan pemda sebesar Rp 141 triliun atau naik lebih dari 100% perlu dialokasikan untuk menambal bantuan sosial bagi kelompok masyarakat terbawah. Pemerintah pun harus dapat memastikan ketersediaan vaksin tahun ini.

“Jika vaksinasi terlambat, maka pemulihan ekonomi hanya sebatas mimpi,” tegas Tauhid. (ns)

Baca juga

https://investor.id/business/pemulihan-kuartal-i-jadi-pertaruhan

https://investor.id/business/pemerintah-akan-pacu-dan-akselerasi-belanja-kl

https://investor.id/business/normalisasi-penuh-terjadi-pada-semester-ii

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN