Menu
Sign in
@ Contact
Search
 Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan

Besaran Tarif PBBKB pada Harga BBM Masuk ke Kas Daerah

Senin, 5 April 2021 | 13:36 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ada dalam komponen harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi besarannya ditetukan oleh pemerintah daerah dan akan masuk ke kas pemerintah daerah dan bukan Pertamina.

“Jadi, ketika tarif pajak PBBKB di suatu daerah mengalami kenaikan, maka otomatis hal itu akan mendongkrak harga BBM di daerah tersebut. Konsekuensiya Pertamina terpaksa menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Nonsubsidi,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan di Jakarta, Senin (5/4).

Hal itu dikemukakan Mamit menanggapi kenaikan harga BBM nonsubsidi di Sumatera Utara sebesar Rp 200 per liter yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) MOR I , menyusul naiknya tarif PBBKB dari yang semula 5% menjadi 7,5%.

"Jadi tidak pada tempatnya Gubernur Sumatera Utara menyalahkan Pertamina, karena kenaikan BBM yang terjadi di Sumatera Utara itu sendiri karena memang sesuai dengan Peraturan Gubernur yang mengatur bahwa untuk BBM nonsubsidi tarif PBBKBnya naik menjadi 7,5% dari tarif sebelumnya yang hanya 5%," kata Mamit.

Harusnya, kata dia, jika Gubernur Sumut Edy Rahmayadi paham dan memang harusnya paham bahwa salah satu komponen harga dari BBM adalah pajak PBBKB maka dia pasti tidak akan menyalahkan Pertamina.

"Sebab ketika Pajak PBBKB mengalami kenaikan maka secara otomatis akan dilakukan penyesuaian terhadap harga BBM, karena salah satu komponen penyusunan harga BBM adalah PBBKB. Sedangkan komponen yang lain adalah harga crude oil, kurs mata uang rupiah, PPn 10 persen, hingga margin untuk penyalur. Jadi memang cukup banyak komponen untuk menentukan harga BBM," paparnya.

Bahkan menurut Mamit, seharusnya di tengah kondisi saat ini di mana masyarakat masih terdampak pandemi Covid-19 pimpinan di daerah tidak melakukan kenaikan pajak PBBKB. "Justru jika ingin membantu masyarakat maka gubernur harus mengurangi tarif pajak tersebut," ucapnya.

"Kita tahu bahwa Pajak PBBKB ini untuk mengisi kas daerah, artinya tidak masuk ke pusat atau ke Pertamina. Jadi meskipun ditagih oleh badan usaha tapi nanti akan disetorkan ke kas daerah ataun Pemda," tambah dia.

Oleh karena itu, kata Mamit, masyarakat perlu dikiruskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi di Sumatera Utara itu memang karena ada komponen yang dinaikkan oleh Pemda sendiri yaitu PBBKB.

Saya kira masyarakat perlu paham juga bahwa ini bukan kesalahan dari Pertamina sehingga jangan salahkan Pertamina. Apalagi di daerah-daerah lain seperti di Jakarta, di Jawa dan daerah-daerah lainnya tidak mengalami kenaikan harga BBM dan masihbtetao seperti biasa karena memang tidak mengalami kenaikan pajak PBBKB," pungkasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikan harga BBM nonsubsidi di wilayah Sumut mulai Kamis, 1 April 2021. Pertamina beralasan, kenaikan harga mengikuti kenaikan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang ditetapkan Pemprov Sumut.

Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Sumut yang diteken Edy Rahmayadi disebutkan, PBBKB naik dari 5% menjadi 7,5%. Hal itu menyebabkan harga BBM di Sumut naik Rp 200.

Sedangkan untuk tarif PBBKB Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) seperti Premium dan Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti Bio Solar tidak mengalami perubahan.

Namun demikian, Gubernur Edy Rahmayadi membantah pernyataan PT Pertamina (Persero) terkait alasan kenaikan harga BBM nonsubsidi di wilayahnya. Edy menyatakan, kenaikan harga BBM tidak ada kaitannya dengan Pergub Sumut yang diterbitkannya.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com