Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Calon Ketua Umum Kadin Indonesia 2021-2026 Arsjad Rasjid berdialog dengan para pengusaha yang tegabung dalam sejumlah asosiasi pengusaha nasional. Dalam dialog itu terungkap bahwa Kadin bisa menjadi mitra utama pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional di tengah terpaan pandemi Covid-19 di Jakarta, Jumat (9/4).

Calon Ketua Umum Kadin Indonesia 2021-2026 Arsjad Rasjid berdialog dengan para pengusaha yang tegabung dalam sejumlah asosiasi pengusaha nasional. Dalam dialog itu terungkap bahwa Kadin bisa menjadi mitra utama pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional di tengah terpaan pandemi Covid-19 di Jakarta, Jumat (9/4).

Arsjad Rasjid: Momen Ramadan dan Idulfitri Pacu Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021

Senin, 17 Mei 2021 | 09:20 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid menyatakan, momen bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri menjadi salah satu faktor pemicu dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang positif, pada kuartal II–2021.

Arsjad yang mencalonkan diri sebagai ketua umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 mengungkapkan, selain meningkatkan konsumsi masyarakat, Ramadan dan Idulfitri juga mendorong pertumbuhan penggunaan sarana informasi, telekomunikasi, kesehatan, dan pertanian.

“Momen Ramadan dan Idulfitri selalu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Tahun ini, masyarakat menyambut Idulfitri lebih antusias, dibandingkan tahun lalu. Saya yakin pertumbuhan ekonomi yang positif, pada kuartal II tahun ini akan terwujud,” kata Arsjad di Jakarta, pada Senin (17/5/2021).

Selama bulan Ramadan, lanjut Arsjad, masyarakat cukup patuh menjalankan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19. Ditambah lagi, pemerintah juga menerapkan kebijakan yang memicu peningkatan konsumsi dan produktivitas, di antaranya peningkatan penyaluran likuiditas bagi sektor riil, penurunan suku bunga pinjaman korporasi, dan meningkatkan kinerja ekspor.

“Bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri juga memicu kenaikan omzet penjualan. Permintaan konsumen yang terus bertambah mendorong peningkatan produksi dan omzet penjualan. Ini berarti terjadi perputaran uang yang cukup besar sehingga menimbulkan efek domino. Ditambah lagi banyaknya program diskon yang ditawarkan pelaku usaha. Ini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi kita,” jelasnya.

Arsjad juga sependapat dengan pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebutkan bahwa pemulihan ekonomi akan terus berlanjut dan menunjukkan tren kenaikan pada kuartal II-2021. Pemulihan tersebut tercermin pada sejumlah indikator, di antaranya PMI Manufaktur yang mencapai 54,6 dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mendekati angka normal yaitu antara 90-100.

“Saya sependapat dengan Menko Perekonomian Pak Airlangga Hartarto bahwa perekonomian nasional akan tumbuh berdasarkan V-curve. Pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II akan memasuki jalur positif dan diperkirakan bisa mencapai 7%,” ujarnya.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera telah mendekati arah positif, yaitu minus 0,86%, Pulau Jawa minus 0,83%, dan Pulau Kalimantan minus 2,23%. Sementara itu, sebagian wilayah Kawasan Tengah dan Timur Indonesia telah bertumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi positif 1,2%, serta Maluku dan Papua 8,97%.

Editor : Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN