Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pupuk bersubsidi yang disalurkan PT Pupuk Indonesa (Persero).

Pupuk bersubsidi yang disalurkan PT Pupuk Indonesa (Persero).

Pupuk Indonesia Minta Solusi Harga dan Pasokan Gas

Senin, 14 Juni 2021 | 20:58 WIB
Tri Listiyarini (redaksi@investor.id)

Jakarta, investor.id–PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC/PI Group) berharap mendapat jaminan pasokan dan harga gas lebih murah untuk mendukung produksi pupuk bersubsidi nasional. Saat ini, harga gas yang harus dibayar PI Group lebih tinggi dari produsen pupuk pesaing, di sisi lain jaminan pasokan, khususnya untuk wilayah Aceh, mengalami ketersendatan.

Direktur Utama PI Group Bakir Pasaman menjelaskan, rata-rata biaya gas yang harus dikeluarkan PI Group sebesar US$ 178 per ton dibandingkan rata-rata yang harus dibayar pesaing yang hanya US$ 99 per ton. “Jadi, harga gas yang harus PI Group bayar lebih tinggi dari pesaing. Bisa jadi karena lokasi cadangan gas yang digunakan Indonesia memang lokasinya jauh. Untuk Indonesia dan Malaysia memang harga gas untuk pupuk yang harus dibayar relatif tinggi,” kata Bakir dalam rapat dengar pendapat dengan Panja Pupuk Bersubsidi dan Kartu Tani Komisi IV DPR, Senin (14/6).

Bakir Pasaman juga mengatakan, yang perlu menjadi concern selanjutnya terkait gas adalah PI Group saat ini tengah mengalami kesulitan untuk menjalankan pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh. “Sudah hampir satu bulan pabrik tersebut mati dan PI Group tidak tahu kapan bisa jalan lagi karena gasnya tidak tersalurkan. Ini nanti otomatis (penyaluran pupuk) Aceh menjadi tanggung jawab pabrik pupuk kami lainnya, akan ada rayonisasi,” ungkap Bakir Pasaman.

Bakir berharap kondisi di Aceh tersebut tidak mengurangi jumlah pupuk yang ditugaskan kepada PI Group untuk tahun ini. “Ini pekerjaan rumah (PR). Mudah-mudahan Panja Komisi IV DPR ini bisa mendukung supaya kami tetap beroperasi dengan baik dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas Bakir Pasaman. PIHC atau PI Group merupakan induk usaha dari BUMN pupuk di Indonesia, antara lain Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim, dan Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Stok Melimpah

Dalam kesempatan itu, Bakir Pasaman menyebutkan bahwa stok pupuk bersubsidi hingga saat ini dalam kondisi yang sangat cukup atau bahkan melimpah dengan ketersediaan lebih dari 300% di atas ketentuan pemerintah. “Per 10 Juni 2021, PI Group memiliki stok pupuk di lini III sebesar 911.458 ton atau setara 304% di atas ketentuan pemerintah. Jadi, stok pupuk PI Group untuk pupuk subsidi sangat berlimpah saat ini," kata Bakir Pasaman.

Bahkan, untuk kebutuhan sepanjang tahun ini, Bakir mengungkapkan pihaknya telah menjaga ketersediaan stok di lini I hingga lini IV yang mencapai 15,30 juta ton. PI Group memiliki stok 15,30 juta ton, yang terdiri atas produksi 13,40 juta ton dan PI Group selalu memiliki stok pada awal tahun 1,90 juta ton. Sementara itu, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi oleh PI Group sampai akhir Mei 2021 sebesar 76% dari target hingga Mei atau setara 3.090.083 ton dari target sampai dengan Mei 2021 sebesar 4.082.689 ton. "Jadi ada kelebihan sekitar 1 juta ton,” kata dia.

Kebutuhan pupuk subsidi pada 2021 sebanyak 9,04 juta ton dan 1,50 juta liter pupuk organik cair. Bakir menekankan bahwa PI Group siap memasok kebutuhan penyaluran pupuk bersubsidi sebanyak 9 juta ton. Dari 15,30 juta ton total produksi PI Group, sebanyak 4,40 juta ton akan digunakan sebagai pupuk nonsubsidi.PI Group juga menyediakan cadangan di akhir tahun ini dengan tujuan agar ada ketersediaan pupuk di awal tahun 2022 sekitar 1,90 juta ton. (tl)

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com