Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian.Foto: IST

Menko Perekonomian.Foto: IST

Realisasi Anggaran PEN Capai Rp 219,65 Triliun

Selasa, 15 Juni 2021 | 13:42 WIB
Triyan Pangastuti

Jakarta, investor.id-Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) per 11 Juni 2021 mencapai Rp 219,65 triliun atau 31,40% dari pagu tahun ini yang sebesar Rp 699,43 triliun. Program PEN terus digulirkan guna memberikan stimulus fiskal kepada sektor-sektor yang memiliki multiplier effect.

Airlangga memastikan, pemerintah akan terus memonitor berbagai perkembangan akselerasi program PEN hingga akhir tahun. “Pemerintah terus memonitor kendala-kendala yang muncul sehingga diharapkan realisasi dapat terus di akselerasi,” tegas Airlangga dalam seminar daring Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Seri II di Jakarta, Selasa (15/6).

Secara rinci, anggaran PEN Rp 219,65 triliun tersebut antara lain terdistribusikan ke bidang kesehatan Rp 35,41 triliun berupa program diagnostic Rp 0,24 triliun, therapeutic Rp 15,89 triliun, vaksinasi Rp 8,42 triliun, penelitian dan komunikasi Rp 0,005 triliun, BNPB Rp 0,66 triliun, bantuan iuran JKN Rp 0,26 triliun, insentif perpajakan kesehatan Rp 3,09 triliun, serta penanganan kesehatan lainnya di daerah Rp 6,83 triliun.

Lalu, untuk program perlindungan sosial Rp 64,04 triliun terdiri atas PKH Rp 13,96 triliun, Kartu Sembako Rp 17,30 triliun, BST Rp 11,94 triliun, Kartu Pra Kerja Rp 9,85 triliun, diskon listrik Rp 4,74 triliun, BLT Desa Rp 3,91 triliun, serta subsidi kuota Rp 2,33 triliun. Kemudian program prioritas Rp 37,10 triliun yang meliputi padat karya kementerian/lembaga (K/L) Rp 10,90 triliun, pariwisata Rp 1,27 triliun, ketahanan pangan Rp 11,3 triliun, ICT Rp 3,09 triliun, kawasan industri Rp 0,53 triliun, fasilitas pinjaman daerah Rp 10 triliun, serta program prioritas lainnya Rp 0,01 triliun.

Sementara realisasi dukungan UMKM dan korporasi Rp 41,73 triliun, terdiri atas BPUM Rp 11,76 triliun, IJP UMKM dan korporasi Rp 1,02 triliun, serta penempatan dana untuk restrukturisasi kredit perbankan Rp 28,95 triliun. “Pemerintah juga mendorong UMKM, yang mana kontribusinya 61%, pemerintah mendorong banpres produktif usaha mikro, yang tahun lalu membantu 9,80 juta pelaku usaha mikro dan tahun ini diperpanjang dan ditambah menjadi 12,80 juta usaha mikro,” tutur Airlangga. Bahkan, realisasi KUR hingga 14 Juni 2021 sudah mencapai Rp 111,90 triliun atau sudah 44,26% dari target yang sudah ditingkatkan menjadi Rp 253 triliun menyasar 3,06 juta debitur.

Terakhir, insentif usaha Rp 41,73 triliun meliputi PPh 21 DTP Rp 1,30 triliun oleh 90.200 wajib pajak (WP), PPh Final UMKM DTP Rp 0,31 triliun oleh 127 ribu WP, serta PPnBM DTP kendaraan bermotor Rp 0,20 triliun dari lima WP. Kemudian PPN DTP perumahan Rp 0,06 triliun oleh 424 WP, pengurangan angsuran PPh 25 Rp 15,39 triliun oleh 68.900 WP, pengembalian pendahuluan PPN Rp 7,25 triliun oleh 1.400 WP, serta penurunan tarif PPh Badan Rp 6,84 triliun.

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN