Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto: IST

Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto: IST

Kontrak Chevron Berakhir, Pertamina Resmi Kelola Blok Rokan

Senin, 9 Agustus 2021 | 09:13 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Jakarta, investor.id-PT Pertamina (Persero), melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), resmi memegang pengelolaan Blok Rokan mulai 00.01 WIB dini hari tadi. Blok migas di Riau ini selama 80 tahun sebelumnya dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

“Hari ini merupakan salah satu tonggak sejarah industri hulu migas Indonesia, karena setelah Caltex dan kemudian PT Chevron Pacific Indonesia mengelola Blok Rokan selama 80 tahun, maka pengelolaan salah satu blok migas terbesar di Indonesia ini selanjutnya diserahkan kepada BUMN, Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam seremoni alih kelola Blok Rokan, Senin (9/8) dini hari.

Arifin mengapresiasi proses transisi yang sudah berjalan baik sehingga tidak terjadi penurunan produksi setelah pengelolaannya diserahkan kepada PHR. Kecermatan dalam pengelolaan kegiatan-kegiatan yang mendukung peralihan dengan pemanfaatan kontrak-kontrak pengadaan serta menjalin kerjasama aktif antara Pertamina dan Chevron, menjadi salah satu inisiasi produktif yang menjadi kunci proses transisi Blok Rokan.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menjelaskan, pihaknya menyiapkan alih kelola blok ini sejak dua tahun silam. Sehingga, alih kelola berjalan lancar dan tingkat produksi minyak hingga kontrak berakhir dapat dipertahankan. “Ini merupakan hal penting bagi bangsa dan negara mengingat Blok Rokan saat ini masih mendukung 24% produksi nasional dan diharapkan tetap menjadi wilayah kerja andalan Indonesia,” ujar dia.

Salah satu hal yang diupayakan pihaknya yakni menginisiasi Head of Agreement (HoA) yang menjamin investasi CPI pada akhir masa kontrak. Hasilnya, Chevron berhasil mengebor 103 sumur pengembangan hingga detik-detik terakhir pengelolaan beralih. Selain itu, pihaknya juga mengawal 8 isu lain, yaitu migrasi data dan operasional, pengadaan pengurasan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR) dengan zat kimia, manajemen kontrak-kontrak pendukung kegiatan operasi, pengadaan listrik, tenaga kerja, pengalihan teknologi informasi, perizinan dan prosedur operasi, serta pengelolaan lingkungan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, perusahaan akan fokus mengelola Blok Rokan agar dapat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia. Apalagi, Pertamina juga diberi Amanah untuk mendukung pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) dan 12 miliar kaki kubik per hari (billion standard cubic feet per day/BSCFD) pada 2030. “Sebagai komitmen dari Pertamina untuk meneruskan pengelolaan Blok Rokan ini, Pertamina akan melanjutkan program yang berjalan selama ini, termasuk EOR, yang menunjang produksi migas yang signifikan,” tegas dia. Untuk itu, pihaknya juga mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, serta stakeholder lain dan masyarakat.

Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit & Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak mengapresiasi kolaborasi dengan SKK Migas dan Pertamina yang telah dilakukan selama masa transisi, sehingga alih kelola berjalan dengan selamat, andal, dan lancar. “Semoga Blok Rokan dapat terus memberikan kontribusi terbaiknya kepada bangsa dan negara,” tuturnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No 1923 K/10/MEM/2018 Tanggal 6 Agustus 2018, pemerintah telah memutuskan Pertamina melalui afiliasinya Pertamina Hulu Rokan, sebagai pengelola Blok Rokan pasca 8 Agustus 2021 dengan kepemilikan saham partisipasi (Participating Interest/PI) sebesar 100%, termasuk jatah daerah10%. Kontrak kerja sama (production sharing contract/PSC) blok ini telah ditandatangani PHR dan SKK Migas pada 9 Mei 2019 dengan menggunakan skema bagi hasil kotor (gross split). Kontrak ini berlaku efektif mulai 9 Agustus 2021 dengan masa kontrak selama 20 tahun.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN