Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik baja. Foto ilustrasi: Investor Daily/Defrizal

Salah satu pabrik baja. Foto ilustrasi: Investor Daily/Defrizal

Pemerintah Diminta Segera Lindungi Industri Baja dari Serbuan Impor

Selasa, 7 September 2021 | 18:40 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Serbuan baja impor terhadap pasar dalam negeri dinilai sangat mengkhawatirkan. Itu sebabnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus segera melindungi industri baja dalam negeri.

Demikian disampaikan Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho. “Perlindungan terhadap industri baja dalam negeri sudah sangat mendesak. Dengan harga yang tidak mungkin kompetitif melawan baja impor, industri dalam negeri pasti merugi. Kalau kinerja industri lokal turun, tentu berdampak cukup panjang. Akan ada efisiensi tenaga kerja yang mendorong angka pengangguran dari industri ini,” tegas Andry, Selasa (7/9/2021).

Jika kondisi ini terjadi, dia menuturkan, akan menambah beban ekonomi nasional. Padahal, dalam era pandemi Covid-19, industri baja diharapkan bisa menggerakkan sektor lain. “Sebagai mother of industries, industri baja memiliki peran sangat penting. Tanpa besi dan baja, secara keseluruhan industri pengolahan pasti tidak bisa bergerak,” kata dia.

Dampak lain, menurut Andry, banjirnya baja impor akan menurunkan penerimaan negara dari sektor pajak. “Industri pengolahan memberikan kontribusi pajak terbesar dibandingkan sektor-sektor lain. Kalau industri besi baja turun, pasti berdampak terhadap penerimaan negara melalui pajak,” lanjut Andry.

Karena itulah, menurut Andry, Kemendag tidak perlu ragu memberikan perlindungan sesegera mungkin, seperti pengenaan trade remedies, termasuk bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) dan bea masuk antidumping (BMAD).

“Karena jangan lupa, baja impor bisa murah, karena mereka disubsidi oleh negara, sedangkan industri dalam negeri tidak. Jadi, ini memang tidak adil karena praktik dumping,” kata Andry.

Kecemasan industri baja dalam negeri terhadap membanjirnya baja impor, sebelumnya juga disampaikan Chairman Asosiasi Besi dan Baja Nasional (IISIA) Silmy Karim. Untuk itu Silmy berharap, pemerintah bisa melakukan langkah antisipatif guna meredam lonjakan volume impor baja.

Volume baja impor memang terus meningkat. Sepanjang semester I-2021, impor baja mencapai US% 5,36 miliar, naik 51% dibanding periode sama 2020 sebesar US$ 3,5 miliar. Sementara itu, volume baja impor pada semester II-2020 mencapai 5,5 juta ton.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN