Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BRI Agro melakukan penyaluran Kredit Ultra Mikro melalui Fintech Modal Rakyat, yang diserahkan secara simbolis oleh Hendoko Kwik selaku CEO Modal Rakyat (kiri) Muh. Abdul Aziz selaku Nasabah (tengah) dan Aditya Sjahandra selaku Vice President Corporate Transformation (kanan), Jakarta 5 Maret 2021.

BRI Agro melakukan penyaluran Kredit Ultra Mikro melalui Fintech Modal Rakyat, yang diserahkan secara simbolis oleh Hendoko Kwik selaku CEO Modal Rakyat (kiri) Muh. Abdul Aziz selaku Nasabah (tengah) dan Aditya Sjahandra selaku Vice President Corporate Transformation (kanan), Jakarta 5 Maret 2021.

Holding UMi Bukti Keberpihakan Pemerintah Kepada Pelaku Usaha Kecil

Rabu, 22 September 2021 | 10:05 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Kehadiran Holding Ultramikro (UMi) yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk, serta PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil, yaitu UMi dan ultramikro.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo)  M Ikhsan Ingratubun optimistis  kebijakan strategis pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menjadi solusi keuangan yang tepat bagi pelaku usaha ultramikro pada  masa pemulihan ekonomi, pascapandemi Covid-19.

“Keberpihakan ini  secara langsung terlihat pada layanan jasa layanan keuangan untuk  pelaku usaha wong cilik, yang semakin  variatif, murah, cepat, dan efisien dengan kehadiran holding UMi. Terlebih, BRI adalah bank yang   berkomitmen tinggi dalam pemberdayaan UMKM, termasuk  UMi,” kata  Ikhsan melalui keterangan tertulis, Rabu (22/9/2021).

Dia menilai BRI memiliki cabang terbesar dibantu dengan berbagai agen laku pandai yang menjawab berbagai kebutuhan pelaku usaha di daerah bahkan di tingkat desa. PNM menurutnya memiliki model pembinaan berkelompok yang sangat baik untuk mendorong usaha baru bertahan dan berkembang.

Sementara itu, Pegadaian mampu menjadi solusi pembiayaan yang amat cepat bagi pelaku UMKM yang sudah mulai mampu memiliki agunan untuk gadai. Dia  menyebut, integrasi ini akan menjadi strategi yang cukup baik untuk membantu pelaku usaha wong cilik lepas dari jerat rentenir.

"Keunggulan-keunggulan ini yang diintegrasikan. Memang penggabungan menjadi sempurna. Ini bisa memberi opsi solusi keuangan yang lebih bervariasi. Pelaku usaha khususnya di agrikultur pun itu masih banyak sekali yang masih terjebak rente dan sistem ijon. Kalau ini bisa diatasi, maka upaya pengendalian harga pangan pun bisa lebih baik," katanya.

Lebih lanjut, Ikhsan mengatakan saat ini optimisme di masyarakat kembali meningkat. Pemerintah juga kerap  memberikan stimulus untuk mendongkrak pemulihan ekonomi dan  menggencarkan vaksinasi Covid-19  untuk menekan penularan pandemi.

Hal itu, kata dia, membuat pelaku UMKM merasa cukup leluasa untuk kembali berusaha. Terlebih pemerintah pun mendorong pelaku UMKM untuk melakukan digitalisasi pada usahanya.

"Memang perlu diakui masih belum banyak yang beradaptasi dengan digital. Dengan relaksasi mobilitas, tentuinya optimisme sudah mulai kembali. Kami harap holding UMi juga bisa lebih cepat menjawab kebutuhan modal kerja," imbuhnya.

 

Editor : Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN