Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Makanan dan minuman (mamin). Foto ilustrasi: IST

Makanan dan minuman (mamin). Foto ilustrasi: IST

Industri F&B dan Hospitality Indonesia Raup Peluang Besar Lewat Digitalisasi

Jumat, 24 September 2021 | 17:11 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Industri makanan dan minuman (F&B) di Indonesia akan terus meraup peluang besar lewat digitalisasi. Hal itu karena industri F&B selalu dapat mengikuti dan bertahan di tengah perkembangan zaman atau tren saat ini, termasuk kemajuan teknologi. 

Senior Manager Digital Marketing & Operations l Digital Business & Advanced Analytics Asia May Hu mengatakan berdasarkan data Kementerian Perindustrian, di tengah pandemik Covid-19 industri F&B mampu mencatat pertumbuhan positif di angka 2,95 % pada kuartal II-2021 dan memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 6,66%. Di lain hal, perkembangan teknologi di Indonesia terbilang cukup tinggi. Mengacu pada data yang dirilis oleh Kepios Singapura, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia pada 2019-2020 mencapai 17% atau sekitar 25 juta pengguna dan telah menyentuh angka 175,4 juta pengguna pada Januari 2020.

Menurut May Hu, melirik fakta dibalik jumlah pengguna internet yang tumbuh begitu cepat di Indonesia, industri F&B dan perhotelan (hospitality) dapat meraup peluang untuk melakukan ekspansi bisnis dan menggaet pasar yang lebih luas.

“Selain itu, pesatnya kemajuan teknologi mendorong dunia bisnis untuk melakukan transformasi digital dalam menjalankan usahanya, tak lain adalah untuk peningkatan profit dan daya saing,” dalam keterangan pers, Jumat (24/9).

May HU mengatakan hal tersebutlah yang mendorong Informa Markets sebagai perusahaan penyedia platform penyelenggara pameran terkemuka di dunia bagi industri, pasar spesialis, dan komunitas untuk berdagang, berinovasi dan tumbuh, untuk meluncurkan Saladplate Indonesia, sebuah marketplace B2B (business to business) khusus produk F&B dan perhotelan pertama di Indonesia.

Berdasarkan data Informa Markets, lanjut dia, sebagai salah satu industri yang dominan di Indonesia, pendapatan dari industri F&B diproyeksikan mencapai US$ 2,884 juta pada 2021. Hal tersebut yang membuat saladplate.com optimis untuk melebarkan sayap dan berekspansi di pasar Indonesia melalui Saladplate Indonesia yang sepenuhnya memiliki basis konten lokal mulai dari bahasa, harga, serta domain web yang digunakan.

Menurut May HU, Saladplate Indonesia dibentuk dan dikembangkan secara langsung oleh Saladplate internasional. Dalam penyediaan platform dan peluncurannya, Saladplate menggandeng mitra yakni Food Market Hub (FMH), sebuah perusahaan rintisan asal Malaysia yang bergerak di bidang digitalisasi industri F&B. Industri F&B di Asia tenggara khususnya di Indonesia didominasi oleh pebisnis UMKM yang sistem operasionalnya masih terpecah-pecah dan belum terintegrasi.

“Sehingga Indonesia butuh sebuah platform yang dengan mudah memfasilitasi pebisnis lokal meningkatkan profit dengan mengatur cost lebih agar efisien melalui sistem yang terintegrasi secara digital,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN