Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Komite Investasi Kementerian Investasi/BKPM Rizal Calvary Marimbo, usai melakukan pertemuan dengan beberapa pimpinan dan manajemen Russian Railways dan The Russian Business Counsil (RBC) di Moskow, Rusia, baru-baru ini.

Anggota Komite Investasi Kementerian Investasi/BKPM Rizal Calvary Marimbo, usai melakukan pertemuan dengan beberapa pimpinan dan manajemen Russian Railways dan The Russian Business Counsil (RBC) di Moskow, Rusia, baru-baru ini.

Investor Rusia Ditantang Genjot Investasi di Indonesia

Minggu, 26 September 2021 | 13:14 WIB
Investor Daily

MOSKOW, investor.id --Kementrian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menantang investor Rusia meningkatkan investasinya di Indonesia. Hal tersebut diutarakan Anggota Komite Investasi Kementerian Investasi/BKPM Rizal Calvary Marimbo, usai melakukan pertemuan dengan beberapa pimpinan dan manajemen Russian Railways dan The Russian Business Counsil (RBC) di Moskow, Rusia, baru-baru ini.

Pihak Russian Railways diwakili Alexander Popov (Deputy Executive Director Russian Railways) dan Dmimitry Alekseev (Head of Directorate Foreign Project Russian Railways). Sedangkan pihak RBC, hadir antara lain Mikhail Kuritsyn (CEO Spectrum Group) dan Alexander Pogoreiskiy (Chairman ICG Investconsult).

"Tadi kita tidak hanya petakan potensi investasi Rusia di Indonesia. Tapi kita tantang juga dia. Jangan mau kalah dari China, Korsel dan negara negara lain," ujar Rizal, yang hadir di Rusia bersama sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Bupati Morowali Utara, usai melakukan pertemuan baru baru ini di Moskow.

Rizal –dalam rilisnya di Jakarta, Minggu (26/9/2021)-- mengatakan, secara akulatif, Foreign Direct Investment (FDI) Rusia dari 2016 hingga 2021 hanya sebesar US$ 46,82 juta. FDI Rusia tersebar di lima sektor yakni industri kimia dan farmasi, hotel dan restoran, real estates, perdagangan dan layanan dan lain-lain. Rentang 2016 hingga 2021, Rusia berinvestasi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra, Jawa dan Kalimantan. "Sebesar 57 3 % investasi Rusia di Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra 34%, Jawa hanya 7,3 %, Sulawesi 2 4%, " ucap Rizal.

Rusia saat ini menempati peringkat 39, FDI di Indonesia. Dengan posisi tersebut, posisi Rusia masih tertinggal dalam hal FDI di Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara Eropa lainnya seperti Belanda dan Swiss.

Rizal mengatakan, pihaknya optimistis investasi Rusia akan berkembang ke depan, mengingat berbagai reformasi yang telah dilakukan untuk mempermudah kemudahan berusaha dan berinvestasi. Pihaknya juga mensosialisasikan UU Cipta Kerja, Sentralisasi Perizinan, Kebijakan insentif dan fasilitas fiskal serta perbaikan lainnya di era kepemimpinan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

”Arahan Pak Menteri Bahlil, bahwa perbaikan iklim investasi dilakukan secara sistematis, terarah  dan fundamental dilakukan di Tanah Air. Dan ini memang yang investor tunggu-tunggu,” ucap Rizal.

Ia mengatakan, investor Rusia tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur dan energi.

"Utamanya mereka banyak tanya tanya soal prospek Kereta Api di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua serta kelistrikan pembangkit tenaga nuklir," tutup Rizal.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN