Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelindo 1   Foto: Pelindo 1

Pelindo 1 Foto: Pelindo 1

Pelindo Sosialisasikan Rencana Merger pada Asosiasi dan Instansi Terkait

Senin, 27 September 2021 | 20:15 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Rencana merger PT Pelindo I, II, III, dan IV disosialisasikan kepada berbagai perwakilan asosiasi dan instansi terkait pelabuhan pada Senin (27/9).  Melalui kegiatan sosialisasi ini, PT Pelindo I-IV ingin memberikan informasi terbaru sekaligus meminta dukungan agar proses merger Pelindo bisa berjalan lancar. 

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung secara daring itu dihadiri oleh berbagai perwakilan asosiasi kepelabuhan di antaranya Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi), Asosasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Indonesian National Shipowner Association (INSA), Indonesia Shipping Agencies Association, Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (GPEI), Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia, Koperasi Tenaga Kerja Bongkat Muat, dan lainnya. 

Selain itu, beberapa perwakilan instansi pemerintah di wilayah pelabuhan juga turut hadir, yakni kantor syahbandar, kantor otoritas pelabuhan, kantor pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai, Kantor Bea Cukai, Kantor Imigrasi,  Navigasi, KKP dan Karantina serta pihak Kepolisian. 

“Merger Pelindo I-IV merupakan milestone perjalanan pelabuhan di Indonesia dan juga rencana strategis dari pemerintah selaku pemegang saham untuk membuat layanan pelabuhan menjadi lebih baik. Sehingga, rencana ini akan berperan besar dalam pengembangan kepelabuhan nasional untuk kita lebih bisa bersaing dengan kompetitor dari mancanegara,” ucap Direktur Utama Pelindo I Prasetyo dalam pernyataan resmi, Senin (27/9).

Dia menambahkan selama ini pengelolaan pelabuhan di Indonesia dilakukan oleh empat entitas BUMN. Kapabilitas dari masing-masing BUMN ini bisa berbeda, baik dari sisi finansial, sumber daya manusia, maupun pengalaman. Hal itu berdampak pada perbedaan pelayanan yang diberikan.

Integrasi keempat BUMN menjadi satu BUMN layanan Kepelabuhan ini adalah untuk meningkatkan konektivitas nasional dan standarisasi pelayanan pelabuhan dan layanan logistik yang terintegrasi.

“Kami tentunya berharap dan memerlukan dukungan dari teman-teman asosiasi sekalian. Karena, dengan dukungan teman-teman asosiasi dan stakeholders, proses integrasi ini akan berjalan lebih lancar,” jelas Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto. 

Seiring dengan penggabungan itu, visi Pelindo ke depan adalah​ menjadi Pemimpin Ekosistem Maritim Terintegrasi dan Berkelas Dunia dengan misi Pelindo adalah mewujudkan jaringan ekosistem maritim nasional melalui peningkatan konektivitas jaringan dan integrasi pelayanan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam proses merger ini, nantinya PT Pelindo II (Persero) akan bertindak sebagai surviving entity atau perusahaan penerima penggabungan. Setelah merger, nama perusahaan hasil penggabungan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. 

Aktivitas bongkar muat kapal di pelabuhan Pelindo IV.
Aktivitas bongkar muat kapal di pelabuhan Pelindo IV.

Direktur Utama Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan, rencana proses merger Pelindo memang sudah didiskusikan sejak lama. Namun, baru dapat terealisasi sekarang dikarenakan dalam proses menggabungkan empat kekuatan besar operator bisnis pelabuhan di Indonesia, pemerintah selaku pemegang saham memerlukan waktu, pertimbangan, kajian yang cermat dan hati-hati untuk merealisasikan integrasi ini.

Melalui proses merger ini, Pelindo terus berkomitmen untuk bisa menjadi lebih baik dalam setiap aspek.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto menjelaskan, ada atau tidak ada merger, sistem itu pasti akan berubah untuk bisa lebih baik. Misal, beberapa pelabuhan saat ini belum beroperasi 24 jam. Perubahan ke depannya adalah bisa melayani 24 jam.

“Jadi, tentunya akan ada perubahan teknologi, perubahan sistem, perubahan alat-alat, dan lainnya yang tentunya baik bagi kita semua dan logistic cost di Indonesia,” lanjut dia.

Pascamerger, Pelindo akan membentuk empat klaster bisnis atau subholding untuk anak perusahaan-anak perusahaan yang dimiliki oleh Pelindo I-IV. Subholding dibentuk berdasarkan kategori bisnis. Keempat subholding tersebut adalah: peti kemas, non-peti kemas, ogistik & hinterland development, dan marine, equipment, & port services. 

“Pemfokusan klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan, melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM,” tutur Putut. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN