Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/ Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/ Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti

KEMBANGKAN DESTINASI PARIWISATA & IKM

Pemerintah Alokasikan DAK Fisik Rp 4,49 Triliun  

Senin, 27 September 2021 | 20:30 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp 4,49 triliun untuk pengembangan destinasi pariwisata prioritas dan sentra  Industri Kecil Menengah (IKM). Pengembangan pariwisata dan sentra IKM termasuk dalam DAK  Tematik I yang diarahkan untuk mendukung prioritas nasional dengan pendekatan Tematik-Holistik-Integratif-Spasial (THIS), sehingga satu tema DAK didukung oleh berbagai bidang.

“Hasil approval terakhir bahwa total dari alokasi anggaran untuk DAK  ke-6 bidang dalam DAK tematik 1 itu sekitar Rp 4,49  triliun,” ucap Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional  (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Parekraf pada Senin (27/9/2021).

Bila dirinci ada enam bidang dalam DAK Tematik I yaitu Pariwisata( Rp 431 miliar), IKM (Rp 753 miliar), Jalan (Rp 2,8 triliun), Perdagangan (Rp 150 miliar), Lingkungan Hidup  (Rp 171 miliar) dan UMKM (Rp 135 miliar).

Arah kebijakan DAK Tematik 2022 yaitu mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi struktural melalui peningkatan kualitas dan kontribusi destinasi pariwisata prioritas dan sentra industri kecil dan menengah sebagaimana amanat RPJMN 2020-2024 yang didukung dengan penanganan jalan, pengelolaan sampah dan sarana prasarana pendukung, serta pasar penunjang usaha.

“Kami harapkan dengan demikian maka akan ada ketuntasan  saat melakukan intervensi pengembangan destinasi wisata di daerah daerah tersebut,” ucap Amalia.

Pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Rp 4,49 triliun untuk pengembangan destinasi pariwisata prioritas dan sentra  Industri Kecil Menengah (IKM).
Pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Rp 4,49 triliun untuk pengembangan destinasi pariwisata prioritas dan sentra Industri Kecil Menengah (IKM).

Di dalam  DAK tematik ini karena konsepnya adalah konsep holistik sehingga didukung oleh DAK Bidang Jalan. DAK lingkungan hidup, DAK  perdagangan dan juga DAK Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Lokasi prioritas DAK Tematik 1 yaitu 10 destinasi pariwisata prioritas, 7 destinasi pariwisata pengembangan, 1 destinasi revitalisasi.

Sesuai dengan hasil penilaian DAK Tematik I fokus intervensi lokasi prioritas dari 65 daerah terbagi dalam 41 kabupaten/kota yang masuk dalam destinasi pariwisata prioritas, 19 kabupaten/kota yang masuk dalam 8 destinasi pariwisata pengembangan, 5 kabupaten/kota yang masuk dalam 1 revitalisasi Bali.

“Dari hasil yang sudah berproses selama beberapa bulan ini dari DAK tematik 1 ada 65 daerah kabupaten kota yang sudah dijadikan sebagai lokasi prioritas untuk DAK  tematik 1,” kata Amalia.

Amalia mengatakan  sebagai leading sector pemulihan pariwisata akan membantu pemulihan sektor lain dalam rantai pasok pariwisata (tourism value chain) Pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif dapat difokuskan pada penyiapan destinasi/ daya tarik wisata yang didukung oleh rantai pasok terintegrasi; pemasok pangan, pemasok kerajinan, akomodasi, layanan infrastruktur, dasar dan konektivitas, perdagangan dan layanan keuangan.

Pengembangan sister-village dapat digunakan sebagai strategi untuk memenuhi kebutuhan rantai pasok pariwisata dan ekonmi kreatif pada wilayah bertetangga, dengan memperkuat pengelolaan keunggulan masing-masing dalam suatu pola perjalanan wisata dan penyediaan produk/layanan yang terintegrasi.

Pemerintah juga melakukan penguatan sinergi pariwisata dan ekonomi kreatif, dimana pariwisata menjadi outlet bagi produk ekonomi kreatif dan di sisi yang lain, ekonomi kreatif dapat berkontribusi dalam meningkatkan nilai sambhan pariwisata dari sisi pengayaan konten, peningkatan kemudahan, dan pengalaman wisata, perbaikan desain dan kemasan, serta faktor penarik aktivitas wisata melalui  event, film, musik, dan pertunjukan.

“Konsep dari tourism value chain  didukung oleh pengembangan ekonomi kreatif yang terkait dengan sektor pariwisata ini akan menjadikan penguatan sinergi antara pariwisata dengan ekonomi kreatif. Di sisi lain ini akan meningkatkan daya saing pariwisata kita, bahkan bisa mendorong ekspor dari produk-produk kreatif,” pungkas Amalia. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN