Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak  saat peluncuran Klinik KI di Surabaya, Senin (27/9/2021). Foto: Ist.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat peluncuran Klinik KI di Surabaya, Senin (27/9/2021). Foto: Ist.

Luncurkan Klinik Kekayaan Intelektual, Jatim Tingkatkan Daya Saing UMKM

Senin, 27 September 2021 | 21:00 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) meluncurkan Klinik Kekayaan Intelektual (KI) untuk memberikan perlindungan kepada para pelaku industri serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jatim terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menyampaikan, Klinik KI ini merupakan kolaborasi antara Pemprov Jatim bersama Kanwil Kemenkumham Jatim, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, dan Japan International Cooperation Agency (JICA). Layanan ini tersedia di lima Bakorwil di Jatim, yakni Bakorwil Malang, Madiun, Jember, Pamekasan, dan Bojonegoro.

“Kami ingin bukan hanya kekayaan alam per kapita, tapi juga kekayaan intelektual per kapita. Itu goal kita. Maka dengan dukungan dari Kemenkumham, insya Allah hal ini bisa kita wujudkan,” kata Emil saat peluncuran Klinik KI di Surabaya, Senin (27/9/2021).

Dalam peluncuran itu, hadir juga Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono, Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Daulat P Silitonga, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Syarifuddin, serta Rektor Universitas Narotama Surabaya Sri Wiwoho. Ikut bergabung secara virtual Dirjen Kekayaan Intelektual Freddy Harris dan Japan International Cooperation Agency (JICA) Nishiyama Tomohiro.

Menurut Emil Elestianto Dardak, semua pihak harus mendukung para pelaku industri dan UMKM di bidang HKI. Jika semua pihak abai terhadap hal ini, jangan kaget jika para pelaku UMKM mandek. “Mereka justru belum memiliki, bahkan kurang memahami dan dianggap melanggar ketetapan intelektual orang lain, itu yang harus dicegah," tegas dia.

Lebih Aktif Melayani

Emil menjelaskan, Klinik KI diluncurkan agar Pemprov Jatim dapat lebih aktif melayani kegiatan ekonomi masyarakat. Bukan hanya izin-izin pemprov, proses-proses di instansi vertikal pun bisa dilakukan di masing-masing Bakorwil melalui East Java Super Coridor (EJSC).

Penguatan kapasitas personel di Bakorwil, kata dia, bisa menjadi pintu untuk konsultasi terkait proses-proses kekayaan intelektual. Dengan demikian, para UMKM dan inovator di daerah bisa lebih dekat lagi berkonsultasi dan mengurus kekayaan intelektual.

Emil mengungkapkan, pada era digital sekarang, terkadang para pelaku usaha kesulitan jika tidak berdiskusi langsung dan menunjukkan barangnya. Klinik KI di Bakorwil-Bakorwil di 5 wilayah di Jatim dapat menambah nilai bisnis yang kompetitif.

Apalagi, menurut dia, data Kantor Wilayah Kemenkumham Jatim menunjukkan, dalam satu tahun terakhir terdapat 1.000 pengusaha yang mendaftarkan kekayaan intelektualnya. Klinik KI diharapkan lebih meningkatkan minat pelaku usaha untuk mendaftarkan kekayaan intelektualnya.

"Dengan adanya Klinik KI orang merasa lebih dekat dan lebih mudah. Tapi tentu ada proses pembelajaran. Tapi kami semua sudah berkomitmen untuk mengintegrasikan pembinaan UMKM kita dengan pembinaan kekayaan intelektual," imbuh Emil.

Sementara itu, Kepala Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono menambahkan, perlindungan hukum di bidang kekayaan intelektual dapat membantu UMKM berkembang dan menjangkau skala bisnis yang lebih besar, utamanya di era digitalisasi.

"Dalam dunia bisnis yang terpenting ialah penghormatan hak kekayaan intelektual antarpelaku usaha. Seluruh negara maju sudah mengandalkan kekayaan intelektual sebagai pondasi utama. Karena itu, sejak dini seluruh stakeholder harus memberikan perhatian lebih untuk hak kekayaan intelektual," tandas dia.

Menurut dia, diperlukan strategi penyebaran HKI yang aktif dan masif sesuai kondisi kewilayahan dan potensinya. Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk-produk UMKM di Jatim.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN