Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aeon Mall Southgate Residence

Aeon Mall Southgate Residence

Rencana Pembukaan Aeon Mall Southgate Menambah Pasokan Ritel di Jakarta

Kamis, 28 Oktober 2021 | 15:46 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Konsultan properti Cushman & Wakefield menyebut bahwa rencana masuknya Aeon Mall Southgate Jakarta Selatan pada kuartal terakhir 2021, akan menambah pasokan ruang ritel di Jakarta mencapai 4.638.700 meter persegi. Selama kuartal III tidak ada pasokan baru ruang ritel di Jakarta.

“Aeon Mall Southgate (berlokasi di Jakarta Selatan), diharapkan dapat memasuki pasar Jakarta pada kuartal terakhir tahun ini. Jika pusat  ritel baru yang direncanakan selesai sesuai jadwal, maka total pasokan akan mencapai 4.638.700 m2 pada akhir tahun 2021,” ungkap Director, Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, dalam siaran pers, seperti tertuang dalam Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield, Kuartal III, Kamis (28/10/2021)

Menurutnya, selama kuartal III tahun 2021 ini, tidak ada pasokan tambahan baru masuk untuk sektor ritel. Hal ini disebabkan banyak proyek yang harus mundur penyelesaian karena dampak dari pandemi Covid-19.

“Selama kuartal ketiga tahun ini, tidak ada pasokan baru terlihat di ritel Jakarta,” kata Arief.

Sementara, kata Arief untuk tingkat hunian sektor ritel masih dianggap stabil di angka 76,5%, sedikit menurun 0,1% dari kuartal terakhir. JD.ID, perusahaan layanan e-commerce, terus menunjukkan komitmennya untuk  merambah bisnis O2O (online to offline) di Indonesia dengan pembukaan toko offline baru mereka, YOJI di Ashta District 8.

Berbeda dengan pembatasan sosial skala besar pertama di awal pandemi, yang menyebabkan jumlah permintaan ruang di pusat ritel di Jakarta  menurun drastis, permintaan selama kuartal ketiga tahun 2021 relatif tidak berubah di sebagian besar pusat ritel besar di Jakarta.

Selain itu, melonjaknya kasus Covid-19 pada akhir Juni lalu, menyebabkan diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa & Bali yang berdampak negatif pada sektor ritel di Jakarta. Selama pembatasan aktivitas publik darurat, mal dan pusat ritel di Jakarta harus  ditutup sementara selama lebih dari  sebulan.

Sejalan dengan membaiknya kondisi tren Covid-19 di ibu kota, pemerintah mulai melonggarkan pembatasan dan mengizinkan pusat-pusat  ritel di Jakarta dibuka secara bertahap mulai 10 Agustus 2021, dengan persyaratan menerapkan beberapa protokol kesehatan yang ketat, seperti hanya memperbolehkan pengunjung yang telah divaksin.

Hal ini juga didukung oleh fakta peningkatan lalu lintas pengunjung yang signifikan ketika gubernur mengizinkan anak-anak di bawah usia 12 tahun  untuk mengunjungi mal pada akhir September 2021.

Sedangkan untuk sewa, kata Arief, tidak ada perubahan rata-rata sewa dan  biaya service charges yang diamati selama 2 tahun berturut-turut. Selama  penutupan sementara mal pada awal K3-2021, pemilik mal kembali meninjau keadaan masing-masing penyewa secara kasus per kasus, mirip dengan apa yang telah dilakukan pada awal pandemi, dimana penyewa paling terdampak, diberikan pengurangan sewa atau penundaan pembayaran yang disepakati.

Menyusul kondisi yang membaik pada pertengahan hingga akhir kuartal 3-2021, beberapa penyewa di pusat-pusat ritel besar yang tidak terlalu terdampak telah kembali ke sewa normal.

Sementara penyewa yang masih berjuang menghadapi dampak pandemi masih diberikan pengurangan sewa atau penundaan pembayaran yang disepakati, tetapi dalam jumlah yang relatif lebih sedikit.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN