Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Makanan dan minuman (mamin). Foto ilustrasi: IST

Makanan dan minuman (mamin). Foto ilustrasi: IST

Kemenperin Optimistis Industri Mamin Bisa Jadi Pemain Utama ASEAN

Jumat, 29 Oktober 2021 | 20:11 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada acara Business Forum Expo 2020 Dubai mempromosikan pencapaian industri makanan dan minuman (Mamin) yang tetap positif di tengah pandemi Covid-19. Industri tersebut juga sudah memanfaatkan teknologi industri 4.0 dalam rangka memacu produktivitas secara lebih efisien dan berkualitas sehingga meningkatkan daya saingnya. Maka dari itu Kemenperin optimistis industri mamin nasional bisa menjadi pemain utama di kawasan ASEAN.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika menerangkan, untuk menjadi pemain Utama ASEAN, diperlukan beberapa langkah strategis seperti mengurangi ketergantungan impor bahan produk agrikultural, membangun kemampuan industri mamin dalam mengemas produk yang simple dan aman, serta menguatkan kemampuan di pasar dunia dengan target menjadi pelaku utama ekspor lima besar dunia.

“Oleh karena itu, Kemenperin terus melakukan upaya-upaya strategis untuk mendorong peningkatan daya saing dan produktivitas industri mamin nasional agar mampu berkompetisi di tingkat global. Salah satu langkahnya adalah dengan mendorong penerapan teknologi industri 4.0 di sektor tersebut, mulai dari tahap desain produk hingga distribusi,” ucap dia dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat (29/10/2021).

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika

Menurut Putu, implementasi industri 4.0 pada sektor manufaktur diyakini dapat menghemat biaya operasional. Dia menerangkan, dengan teknologi industri 4.0, pelaku industri dapat melakukan estimasi kapan waktu yang tepat untuk memperbaiki atau merevitalisasi peralatan produksi yang mereka miliki, sekaligus dapat mencegah kerusakan alat produksi yang berdampak pada proses produksi.

Teknologi industri 4.0 juga dinilai berperan penting untuk meningkatkan utilisasi pabrik pada sektor mamin, terlebih pada kondisi pandemi Covid-19.

Advertisement

“Implementasi teknologi industri 4.0 dapat menjadi solusi ketika pabrik belum dapat sepenuhnya beroperasi secara normal. Apabila dalam keadaan normal, implementasi teknologi industri 4.0 pada sektor mamin dapat meningkatkan utilisasi 20-25%,” ucap dia.

Putu mengungkapkan, terhadap ekspor industri pengolahan nonmigas, industri mamin mempunyai peranan yang sangat penting. Pada 2020, total nilai ekspor industri mamin sebesar US$ 31,17 miliar, lebih tinggi dibanding tahun 2019 yang mencapai US$ 27,36 miliar. Sementara itu, pada periode semester I tahun 2021, nilai ekspor industri mamin telah menembus US$ 19,59 miliar.

“Ini membuktikan bahwa produk mamin Indonesia banyak diminati oleh konsumen global. Hal ini tidak terlepas juga dari penggunaan digitalisasi yang akhirnya menghasilkan produk-produk berkualitas, dengan mampu memenuhi standar internasional,” ucap dia.

Di samping itu, industri mamin mencatatkan realisasi investasi yang cukup signfikan senilai Rp 50,48 triliun pada 2020, dan mencapai lebih dari Rp 14 triliun pada kuartal II-2021.

Investasi ini diyakini dapat memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri, yang termasuk didukung melalui transfer teknologi. Dari peningkatan tersebut,  dapat menambah jumlah penyerapan tenaga kerja.

Saat ini, sektor industri mamin telah menyerap tenaga kerja sebanyak 5,2 juta orang. Artinya, industri mamin telah memberikan dampak yang luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Apalagi, industri mamin merupakan sektor usaha yang mendominasi di tanah air, terutama skala industri kecil dan menengah (IKM). Hal ini yang menjadi tumpuan bagi berputarnya roda ekonomi nasional,” pungkas Putu.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN