Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

IE-CEPA Mulai Berlaku, Ini Sederet Keuntungan yang Diperoleh Indonesia

Senin, 1 November 2021 | 19:05 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Negara-Negara EFTA (Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement/IE-CEPA) resmi berlaku hari ini, Senin (1/11).

EFTA merupakan suatu organisasi ekonomi di Kawasan Eropa yang beranggotakan Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss.

“Negara-negara EFTA merupakan mitra ideal untuk pembentukan CEPA. Persetujuan IE-CEPA ini akan membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke pasar Eropa yang lebih luas. IE-CEPA juga memiliki makna simbolis untuk meningkatkan profil produk minyak kelapa sawit Indonesia secara global,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dalam keterangan resminya, Senin (1/11).

Lutfi menyebutkan, Indonesia akan mendapatkan banyak manfaat dari kerja sama dagang tersebut.

 

Berikut keuntungan yang akan diperoleh Indonesia.

  1. Terbukanya akses pasar ke negara-negara EFTA melalui penghapusan tarif bea masuk.

Mulai 1 November 2021, Islandia menghapuskan bea masuk untuk 94% dari total pos tarifnya, Norwegia 91%, serta Swiss dan Liechtenstein masing-masing 82%.

Sedangkan, produk-produk Indonesia yang mendapat tarif 0% di pasar EFTA antara lain kelapa sawit, ikan, emas, kopi, dan produk industri manufaktur (tekstil, alas kaki, sepeda, mainan, furnitur, peralatan listrik, mesin, dan ban).

  1. Eksportir Indonesia akan mendapatkan tarif preferensi, dengan memenuhi Ketentuan Asal Barang dan Deklarasi Asal Barang, sebagaimana diatur dalam Permendag No.58 tahun 2021.

Untuk eksportir Indonesia ke Swiss dan Norwegia, sangat penting menggunakan dokumen SKA IE-CEPA ini sebagai pengganti skema tarif preferensi GSP yang diberikan oleh Swiss dan Norwegia untuk Indonesia selama ini.

Untuk eksportir ke Norwegia akan diberikan masa transisi hingga 1 Februari 2022 untuk menggunakan skema GSP.

  1. Industri nasional akan memperoleh tambahan pilihan sumber bahan baku/barang modal dengan tarif 0%, karena Indonesia menghapus tarif bea masuk untuk 84% dari total pos tarifnya. Preferensi tarif diberikan, baik pada awal implementasi maupun secara bertahap, hingga tahun kedua belas.

 

  1. Di sisi perdagangan jasa, IE-CEPA memberikan akses  pasar tenaga kerja profesional yang lebih terbuka untuk business visitors, intra-corporate transferee (transfer tenaga kerja antar perusahaan yang sama), contractual services supplier, graduate trainee, internship dan independent professional untuk bekerja di negara-negara EFTA.

 

Mendag menjelaskan, perundingan IE-CEPA diluncurkan pada 7 Juli 2010 oleh Presiden RI dan Presiden Swiss. Putaran ke-1 hingga ke-9 berlangsung pada Januari 2011-Mei 2014 dan kemudian terhenti selama dua tahun.

Pada 2016, Indonesia dan EFTA sepakat melanjutkan perundingan. Lalu, pada 23 November 2018, kedua pihak mengumumkan keberhasilan penyelesaian perundingan secara substansial.

Persetujuan IE-CEPA ditandatangani Menteri Perdagangan RI dan para Menteri negara-negara EFTA pada 16 Desember 2018 di Jakarta. Kemudian, pada 7 Mei 2021, IE-CEPA disahkan oleh DPR dan Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pengesahan Comprehensive Economic Partnership Agreement Between the Republic of Indonesia and the EFTA States (Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Republik Indonesia dan Negara-Negara EFTA).

Pada 2020, perdagangan Indonesia-EFTA tercatat sebesar US4 3,34 miliar. Selama periode tersebut, ekspor Indonesia ke negara EFTA sebesar US$ 2,45 miliar  sedang impor Indonesia dari EFTA sebesar US$ 882,53 juta sehingga Indonesia surplus sebesar US$ 1,57 miliar.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke negara EFTA adalah emas, perhiasan, sisa skrap logam mulia, serat optik, dan buldoser.

Sementara impor Indonesia dari EFTA antara lain bahan peledak dan amunisi, tinta, jam tangan dari logam mulia, jam tangan, serta ikan.

Adapun investasi negara-negara EFTA di Indonesia pada 2020 mencapai US$ 137,95 juta dengan 622 proyek.

Mayoritas investasi EFTA ke Indonesia berasal dari Swiss sebesar US$ 130,89 juta. Hal ini menjadikan Swiss berada di peringkat ke-17 investor terbesar di Indonesia. Tiga sektor utama investasi Swiss di Indonesia adalah industri kimia dan farmasi,  industri makanan, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam.

 

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN