Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi PT Perusahaan Gas Negara, Subholding Gas Pertamina.

Ilustrasi PT Perusahaan Gas Negara, Subholding Gas Pertamina.

Presiden Dorong Pertamina dan PLN Lakukan Transisi Energi

Sabtu, 20 November 2021 | 11:47 WIB
Novi Lumanauw (novy@investor.co.id)

BOGOR, Investor.id  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah akan terus mendorong PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) untuk mempersiapkan transisi energi  dari yang sebelumnya berbasis bahan bakar fosil menjadi energi hijau, yang ramah lingkungan dan tidak menghasilkan karbon.

"Peralihan menuju energi yang lebih ramah lingkungan adalah salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan perubahan iklim," kata Presiden Jokowi  saat memberikan arahan kepada Dewan Komisaris dan Direksi PT Pertamina dan PT PLN di Istana Kepresidenan Bogor,  seperti diunggah laman Youtube Sekretariat Presiden, pada Sabtu (20/11/2021).

Presiden Jokowi mengatakan  bahwa transisi energi tidak bisa ditunda. "Oleh sebab itu, perencanaannya, grand design-nya,  harus mulai disiapkan. Tahun depan kita akan (lakukan, red) apa, tahun depannya lagi akan apa, lima tahun yang akan datang akan apa,” ucap Presiden.

Menurut Kepala Negara, penyiapan transisi energi menuju energi hijau merupakan keharusan.  Presiden pun meminta kedua lembaga pengelola energi pelat merah tersebut untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk memperkuat fondasi menuju transisi energi.

"Ini yang harus mulai disiapkan, mana yang bisa digeser ke hidro, mana yang bisa digeser ke geothermal, kemudian mana yang bisa digeser ke surya, mana yang bisa digeser ke bayu,” lanjut Kepala Negara.

Ia menuturkan bahwa suplai energi di Indonesia terbesar saat ini masih dari batu bara sebesar 67%, kemudian bahan bakar atau fuel 15%, dan gas 8%. Kepala Negara memandang bahwa apabila Indonesia dapat mengalihkan energi tersebut, maka akan berdampak pada keuntungan neraca pembayaran yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang  Indonesia.

"Kalau kita bisa mengalihkan itu ke energi yang lain, misalnya mobil diganti listrik semuanya, gas rumah tangga diganti listrik semuanya, karena di PLN oversupply. Artinya, suplai dari PLN terserap, impor minyak di Pertamina menjadi turun,” tuturnya.

Terkait investasi, Presiden mendorong jajarannya untuk tidak mempersulit masuknya investasi kepada Pertamina dan PLN. Presiden menilai,  jumlah investasi yang ingin diberikan kepada Pertamina dan PLN dinilai sangat banyak.

"Keputusan investasi boleh oleh perusahaan, tetapi pemerintah juga memiliki strategi besar untuk membawa negara ini ke sebuah tujuan yang kita cita-citakan bersama,” ucap Presiden.

Presiden mengatakan, dunia cepat mengalami perubahan sehingga rencana besar yang tengah dilakukan dapat berubah menyesuaikan keadaan. Oleh karena itu, Presiden berharap agar kesempatan investasi dari luar harus terbuka seluas mungkin.

"Sekali lagi kesempatan untuk investasi di Pertamina, kesempatan untuk investasi di PLN itu terbuka sangat lebar kalau Saudara-saudara terbuka, membuka pintunya juga lebar-lebar,” kata Presiden Jokowi.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN