Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kegiatan ekspor Jatim di Pelabuhan Teluk Lamong. Foto:Istimewa

Kegiatan ekspor Jatim di Pelabuhan Teluk Lamong. Foto:Istimewa

Kuartal III, Surplus Nonmigas Indonesia Atas Malaysia Melonjak200%

Sabtu, 20 November 2021 | 12:59 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

KUALA LUMPUR – Neraca perdagangan nonmigas Indonesia–Malaysia pada periodeJanuari–September 2021 mencatatkan surplus sebesar US$ 3,39 miliar bagi Indonesia. Artinya, terjadi lonjakan hingga192,69 persen bila dibandingkan periode  yang  sama tahun  2020.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi menyebutkan, total  perdagangan Indonesia–Malaysia pada periode Januari–September 2021 pun meningkat 46,43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai US$ 15,05 miliar.

“Surplus perdagangan yang cukup besar ini tentu merupakan capaian yang sangat baik, hal ini seiring dengan peningkatan ekspor berbagai komoditas andalan Indonesia ke  Malaysia seperti batu bara, CPO, tembaga, besi dan baja, serta berbagai produk kimia,” jelas Didi Sumedi dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11/2021).

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono mengatakan, ekspor nonmigas Indonesia ke Malaysia pada periode Januari–September 2021 mencapai US$ 7,53 miliar, tumbuh  hingga 61,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Menurut Hermono, nilai ekspor tersebut  juga merupakan yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Capaian ini sangat  menggembirakan dan ia berharap dapat terus bertambah hingga akhir 2021.

“Lonjakan ekspor yang sangat tinggi ini tentu sangat menggembirakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa permintaan barang dari Indonesia sudah mulai pulih, bahkan meningkat pasca pembatasan ketat yang dilakukan Malaysia sejak awal pandemi Covid-19 melanda,” ujar Hermono di sela-sela pembukaan Selangor International Bussiness Summit 2021 di Kuala Lumpur, Kamis (18/11/2021).

Beberapa produk ekspor nonmigas yang naik cukup tinggi antara lain tembaga (265,11 persen), lemak dan minyak hewan/nabati (164,9 persen), berbagai produk kimia (112,20 persen), besi  dan baja (65,89 persen), dan batu bara (50,29 persen).

Atase Perdagangan RI Kuala  Lumpur Deden  Muhammad  Fajar Shiddiq menyatakan, pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia merupakan yang tertinggi diantara sepuluh negara eksportir terbesar ke Malaysia. Indonesia merupakan negara eksportir keenam terbesar ke Malaysia setelah China, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, dan Taiwan.

“Mulai dibukanya kembali berbagai kegiatan ekonomi di Malaysia pasca pembatasan sosial berkaitan dengan Covid-19 merupakan momentum yang sangat baik untuk terus meningkatkan   ekspor nonmigas RI ke Malaysia sampai dengan akhir tahun 2021 ini,” pungkas Deden.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : PR

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com