Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan paparan tentang Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, Rabu (24/11/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan paparan tentang Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, Rabu (24/11/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

BI Pastikan Likuiditas Perbankan Dikurangi Bertahap Tanpa Ganggu Penyaluran Kredit.

Rabu, 24 November 2021 | 17:30 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memastikan akan mengurangi likuiditas di perbankan secara bertahap sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional yang akan terus bergulir di tahun depan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa likuiditas di perbankan akan dikurangi secara perlahan dan hati-hati, agar tidak mengganggu fungsi intermediasi perbankan.

“Kelebihan likuiditas di perbankan akan kami turunkan bertahap dan sangat hati-hati agar tidak mengganggu perbankan dalam penyaluran kredit dan pembelian SBN untuk pembiayaan APBN," jelas Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan BI (PTBI) 2021, Rabu (24/11/2021)

Meskipun likuiditas dikurangi bertahap, namun BI berkomitmen untuk tetap mendorong pemulihan ekonomi melalui bauran kebijakan melalui stimulus moneter dan pelonggaran makroprudensial.

“Kebijakan makroprudensial tetap longgar,  kami pertahankan pada 2022  untuk mendorong kredit perbankan pada sektor sektor prioritas bersinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) antara lain rasio pembiayaan inklusif makroprudensial untuk mendorong UMKM”ujarnya.

Disisi lain meningkatnya ketidakpastian global, maka arah kebijakan moneter BI di tahun depan akan pro stability dengan empat kebijakan makroprudensial yakni digitalisasi, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, pengembangan UMKM, dan ekonomi keuangan syariah untuk tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah akan terus kami lakukan sesuai fundamental dan mekanisme pasar sekaligus memitigasi normalisasi moneter The Fed, melalui intervensi valas dan juga menjaga perbedaan yield SBN dan US Treasury tetap menarik dengan berkoordinasi dengan Menteri Keuangan,”tuturnya.

Dengan begitu, Perry mengatakan bahwa arah suku bunga acuan Bank Indonesia di tahun mendatang akan dipertahankan tetap rendah, hingga munculnya tanda-tanda awal kenaikan inflasi. Adapun untuk saat ini suku bunga acuan BI berada di level 3,5%.

“Fokus kebijakan pada penurunan lebih lanjut suku bunga kredit perbankan, sejalan kelebihan likuiditas di perbankan yang sangat besar,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN