Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Humas BI

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Humas BI

BI Siap Optimalkan Penerimaan dan Pengeluaran Operasional Tahun 2022

Senin, 29 November 2021 | 15:32 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) akan berupaya untuk mengoptimalkan penerimaan operasional dalam Anggaran Tahunan Bank Indonesia 2022 yang telah disetujui naik meningkat 2,4% menjadi Rp 27,75 triliun, dan anggaran pengeluaran operasional BI tahun depan yang disetujui Rp 14,29 triliun atau naik 16,84% dibandingkan anggaran pengeluaran operasional BI tahun ini sebesar Rp 12,23 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, ada tiga dasar untuk mengoptimalkan anggaran penerimaan operasional dan anggaran pengeluaran operasional yang mengalami kenaikan pada tahun depan, sejalan dengan lingkungan global yang masih bergerak dinamis.

“Tahun depan kita akan bangkit dan optimistis, tapi tentu saja ada beberapa isu permasalahan perlu diantisipasi karena perubahan-perubahan landscape atau environment di global kemungkinan kemungkinan ada tapering, kemungkinan ada uncertainty,” ujarnya di Jakarta, Senin (29/11/2021).

Pertama, mengoptimalkan cadangan devisa yang dimiliki Bank Indonesia saat ini, dengan tujuan untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global yang masih berlangsung. Bahkan, menurutnya, akan ada potensi perubahan yield global maupun pergerakan dari nilai tukar dolar AS dan lainnya.

“Kami terus upayakan bagaimana cadangan devisa mendapatkan return yang lebih optimal dengan tetap memenuhi kewajiban negara dan stabilitas. Caranya? Tingkatkan spread, spread itu kami akan coba firm dalam pengelolaan devisa yang sudah kami lakukan sejak saya jadi Gubernur BI,” pungkasnya.

Perry menegaskan bahwa BI berkomitmen untuk meningkatkan cadangan devisa, ini juga telah tercermin dari realisasi cadangan devisa setiap bulan hingga akhir Oktober lalu tercatat US$ 145,5 miliar.

“Kami mengucapkan terima kasih, masukkan ini memperkuat, meneguhkan kami untuk optimalisasi pengelolaan cadangan devisa lebih besar, dan kami menerima masukan dari bapak ibu komisi sangat bermanfaat bagi kami,” tuturnya.

Tak hanya optimalisasi, BI akan terus melakukan transformasi kebijakan dengan memanfaatkan celah-celah di tengah ketidakpastian untuk meningkatkan sisi penerimaan dengan tetap menjaga manajemen risiko dan aspek tata kelola mencakup sisi reformasi dan riset manajemen.

Kemudian dasar yang ketiga, BI berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekonomi keuangan syariah, UMKM dan kepedulian sosial di berbagai program untuk memberikan dukungan pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan terobosan digitalisasi.

“Anggaran pengeluaran mendukung bauran kebijakan BI. Kami terus sinergi dengan pemerintah agar bauran kebijakan BI dukung PEN untuk pulih tahun depan dengan mengerahkan berbagai kebijakan dalam stabilitas. Ini yang tertuang dalam anggaran pengeluaran, gaji, manajemen SDM dan penyelenggaraan logistik dan operasional pendukung,” jelas dia.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN