Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Acara Akad Kredit BTN Massal, di Serpong, Banten, Selasa (30/11/2021).

Acara Akad Kredit BTN Massal, di Serpong, Banten, Selasa (30/11/2021).

Fasilitasi Rumah Pekerja, BTN Gelar Akad Massal

Selasa, 30 November 2021 | 18:57 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

TANGERANG, investor.id - Setelah menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BPJS  Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk langsung realisasi penyaluran kredit Manfaat Layanan Tambahan (MLT) bagi para peserta BP Jamsostek.  Akad kredit massal tersebut diikuti oleh 150 peserta.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam sambutannya mengatakan, sejalan dengan program Pemerintah, negara juga hadir lewat program jaminan hari tua, dengan fasilitas Manfaat Layanan  Tambahan Jaminan Hari Tua seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 17 tahun 2021. Acara Akad Massal Kredit Rumah Pekerja MLT  Program JHT merupakan momen yang istimewa.

“Saya berharap semua dapat  bercerita kepada teman-teman pekerja lainnya  mengenai kemudahan dan keringanan kredit jika  mengikuti Program MLT JHT ini,” ungkap Menaker Ida Fauziah, di sela acara Akad Kredit Massal, di Serpong, Banten, Selasa (30/11/2021).

Acara Akad Kredit BTN Massal, di Serpong, Banten, Selasa (30/11/2021).
Acara Akad Kredit BTN Massal, di Serpong, Banten, Selasa (30/11/2021).

Menaker menyampaikan apresiasi kepada Bank BTN yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam mengimplementasikan program MLT JHT.

“Semoga yang dilakukan BTN ini dapat diikuti oleh bank-bank lain baik Himbara atau Asbanda, mari kita bekerja dalam sepi tapi ramai dalam  manfaat kepada pekerja,” kata Ida.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo menyatakan, acara akad massal ini merupakan bentuk sosialisasi program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) dan apresiasi Bank BTN terhadap antusiasme para peserta BP Jamsostek.

“Pemerintah Indonesia memiliki agenda besar untuk memberikan penghidupan yang layak kepada rakyat Indonesia melalui penyediaan perumahan. Akad massal ini adalah langkah awal. Kita semua berharap bahwa inisiasi ini akan berlanjut terus sampai kebutuhan perumahan yang layak bagi  seluruh rakyat Indonesia terpenuhi,” kata Haru.

Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo acara Akad Kredit Massal, di Serpong, Banten, Selasa (30/11/2021).
Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo acara Akad Kredit Massal, di Serpong, Banten, Selasa (30/11/2021).

Haru berharap, melalui pelaksanaan akad kredit massal ini, Bank BTN dapat secara langsung juga mensosialisasikan adanya MLT dari program JHT BP Jamsostek ini kepada masyarakat. Dengan bertambahnya akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi masyarakat, khususnya para peserta, maka BTN optimis dapat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat dan menyukseskan Program Sejuta Rumah, serta mempercepat pemulihan ekonomi, mengingat multiplier effect  menyentuh 174 sub sektor pendukung perumahan.

“Bank BTN dalam memberikan pembiayaan perumahan memiliki kewajiban memberikan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat,oleh karena itu  manfaat layanan tambahan ini sangat tepat dimana peserta selain  menikmati fasilitas pembiayaan rumah dan renovasi yang  terjangkau juga mendapatkan jaminan hari tua,” kata Haru.

Seperti yang diketahui, untuk fasilitas PUMP, peserta BP Jamsostek bisa mengajukan kredit ke BTN hingga Rp150 juta yang dapat dipergunakan untuk Uang Muka. Kemudian, untuk PRP, peserta BP JAMSOSTEK juga bisa mengakses pinjaman hingga Rp200 juta yang dapat dimanfaatkan untuk renovasi rumah dengan jangka waktu paling lama 15 tahun.

Sementara fasilitas KPR BP Jamsostek, termasuk take over kredit, rumah baru, rumah second maupun rumah indent, BTN menyediakan plafond pinjaman hingga Rp 500 juta dengan jangka waktu maksimal 30 tahun untuk rumah tapak, dan 20 tahun untuk rumah susun.

Adapun dalam skema pembiayaan yang ditawarkan dalam program layanan tambahan ini, berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan, peserta BP Jamsostek yang ingin menggunakan fasilitas KPR atau PUMP atau PRP mendapatkan suku bunga khusus dengan memperhitungkan suku bunga acuan yang berlaku (BI-7days reverse repo rate -BI7DRRR) ditambah maksimal 5% .

Hal menarik,  tambah Haru, di masa sosialisasi pembiayaan rumah MLT dari program Jaminan Hari Tua, suku bunga yang ditawarkan adalah sebesar 7%, dan suku bunga tersebut berlaku fixed selama 1 tahun, dan akan ditinjau kembali  kembali pada saat ulang tahun kredit sesuai dengan suku bunga kesepakatan antara Bank BTN dengan BP Jamsostek. 

Sementara bagi masyarakat untuk mendapatkan fasilitas kredit rumah, harus memenuhi syarat umum dan syarat khusus. Adapun syarat umumnya adalah belum pernah menerima bantuan perumahan dari BP Jamsostek, mendapat surat rekomendasi dari BP Jamsostek, peserta belum memiliki rumah untuk KPR dan PUMP, peserta juga memiliki Sertifikat dan izin Mendirikan Bangunan atas nama peserta/pasangan untuk PRP.

Sementara untuk syarat khusus adalah sebagai berikut, warga negara Indonesia usia minimal 21 tahun, usia pemohon tidak melebihi 65 tahun pada saat kredit lunas, memiliki penghasilan yang menurut perhitungan Bank dapat menjamin kelangsungan pembayaran angsuran (bunga dan pokok) sampai dengan kredit lunas, masa kerja minimal 1 (satu) tahun, tidak memiliki kredit bermasalah di Bank BTN maupun di bank lain, dan Bank memperlakukan debitur atau nasabah suami dan istri sebagai satu debitur atau nasabah kecuali terdapat perjanjian pisah harta yang disahkan/dilegalisasi oleh Notaris.

“Tidak hanya para peserta perorangan yang meraih kemudahan  skema bunga murah ini, Perusahaan Pembangunan Perumahan (PPP) juga mendapat skema perhitungan suku bunga  yang menarik,” kata Haru.

Dengan potensi jumlah peserta BP Jamsostek baik perusahaan maupun perorangan serta pengalaman Bank BTN di segmen kredit properti, Haru optimistis realisasi kredit MLT BP Jamsostek bisa menembus Rp 100 miliar hingga akhir tahun 2021.

Sementara itu Direktur Pengembangan Investasi BP Jamsostek, Edwin Ridwan berharap dengan adanya MLT ini semua peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat merasakan manfaatnya serta program ini dapat mendukung Pemerintah dalam mewujudkan perumahan yang layak bagi para pekerja.

“InsyaAllah kolaborasi yang baik dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh stakeholder dapat berlanjut dan bermanfaat bagi para peserta,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN