Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pertumbuhan ekonomi global

Pertumbuhan ekonomi global

Tahun Depan, Pertumbuhan Ekonomi Global Menuju Normalisasi

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:16 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Asisten Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman optimistis menatap kinerja ekonomi ke depan, yang didukung oleh berlanjutnya pemulihan ekonomi global. Pertumbuhan ekonom global diyakini menuju normalisasi dengan kenaikan tahun ini diperkirakan mencapai 5,7%, dan tahun depan diperkirakan 4,4%.

Menurut Aida, target pertumbuhan ekonomi global yang tinggi pada tahun ini disebabkan low base effect dari pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 yang kontraksi hingga 3,1%. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi global di tahun depan yang lebih rendah dari 2021 tidak serta merta dapat dikatakan menurun.

“Tahun depan target pertumbuhan ekonomi global 4,4% merupakan upaya menuju normalisasi,” kata Aida, Kamis (2/12).

Menurut dia, ada dua faktor yang menyebabkan pemulihan ekonomi global tidak seimbang atau merata, dan lebih didominasi oleh negara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Pertama, sisi besaran stimulus fiskal dan moneter di negara tersebut sangat besar, sehingga mendorong pulihnya permintaan dan kegiatan masyarakat. Kedua, adalah faktor percepatan vaksinasi.

“Mengapa ini terjadi, sebab ada perbedaan kemampuan negara dalam melakukan stimulus atau bantuan ke perekonomian, baik itu stimulus moneter dan fiskal, serta kemampuan negara peroleh vaksin. Negara maju bisa mendapat vaksin lebih banyak dari negara berkembang, dengan rata-rata di negara maju mencapai 66% tingkat vaksinasi dan negara berkembang baru 30%” jelas dia.

Kendati begitu, Aida meyakini bahwa akses ketersediaan vaksin akan semakin merata di berbagai negara pada tahun depan, sehingga akan mendorong perekonomian semakin kuat.

Dengan begitu, diharapkan pemulihan ekonomi yang kuat tidak hanya disokong dari Amerika Serikat dan Tiongkok, namun juga Eropa dan Jepang.

Kemudian, di negara berkembang diharapkan pemulihan ekonomi akan dimotori oleh negara India dan negara Asean lainnya.

“Optimistis, tapi tetap berhati hati. Masih ada ancaman Covid-19, makanya harus melihat pertumbuhan ekonomi,” tutur dia.

Selain itu, terbatasnya pasokan dan kelangkaan energi saat ini menjadi fokus utama di global. Pasalnya, faktor ini telah memicu kenaikan inflasi di berbagai negara. Serta adanya normalisasi dari kebijakan moneter the Fed dengan memangkas pembelian surat utang secara bertahap.

“Yang jadi permasalahan adalah normalisasi negara maju atau bagaimana mereka melakukan pengetatan dari moneternya, dan itu di global. Tapi secara keseluruhan, kita bisa optimistis pertumbuhan ekonomi di global sedang dalam proses pemulihan,” pungkas dia.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN