Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dari kiri ke kanan, deret belakang: Arfan Arlanda (Direktur Utama Jejak Enviro Teknologi), Dodi Abdulkadir (Komisaris Melchor), Fachry Thaib (Komisaris Melchor), Bayu Irianto (Perwakilan Bakrie Group) 
Dari kiri ke kanan, deret depan: Peter Gontha (pendiri Melchor Group), Rudi Poespoprodjo (Direktur Utama Melchor), Andra Bakrie (Perwakilan Direksi Bakrie Group)

Dari kiri ke kanan, deret belakang: Arfan Arlanda (Direktur Utama Jejak Enviro Teknologi), Dodi Abdulkadir (Komisaris Melchor), Fachry Thaib (Komisaris Melchor), Bayu Irianto (Perwakilan Bakrie Group) Dari kiri ke kanan, deret depan: Peter Gontha (pendiri Melchor Group), Rudi Poespoprodjo (Direktur Utama Melchor), Andra Bakrie (Perwakilan Direksi Bakrie Group)

Kurangi Emisi Karbon dan Kembangkan Ekonomi Hijau, Bakrie Group dan Melchor Group Tandatangani Kerja Sama

Jumat, 3 Desember 2021 | 17:00 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id – Pemerintah menerbitkan Perpres 98 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon dan Penetapan Capaian Target Kontribusi Nasional dalam Pengendalian Emisi gas Rumah Kaca. Regulasi yang ditandatangani presiden dan mulai diberlakukan pada 29 Oktober 2021 ini menjadi acuan dalam mengendalikan emisi gas rumah kaca.

Merespons regulasi tersebut, Melchor Group menandatangani Perjanjian Pendahuluan (Head of Agreeement/HoA) dengan Bakrie Group, yang diwakili Andhika Andrayudha Bakrie. Penandatangan HoA kedua kelompok usaha (business groups) ini secara umum bertujuan untuk menyusun berbagai program mitigasi gas rumah kaca dan pengembangan ekonomi hijau pada perusahaan dalam kelompok usaha Bakrie Group yang menjadikan Ekosistem Melchor sebagai media utama dalam pelaksanaannya.

HoA ini menunjukkan sebuah niat besar Bakrie Group dalam mendukung inisiatif pemerintah untuk memenuhi Nationally Determined Contributions (NDC) – yaitu upaya-upaya tiap negara mengurangi emisi nasional dan beradaptasi pada dampak-dampak perubahan iklim. Penandatanganan HoA ini juga menunjukkan niat mulia Bakrie Group untuk membangun Indonesia yang lebih hijau bagi masa depan generasi mendatang.

HoA ini juga melibatkan peran dunia pendidikan untuk berkontribusi dalam penyusunan program pendidikan dan pusat penelitian melalui peran serta Universitas Bakrie yang berhubungan dengan mitigasi gas rumah kaca, pengendalian iklim, kehutanan, dan konservasi alam. Wacana ini akan memanfaatkan teknologi yang dimiliki oleh Melchor Group bersama infrastruktur yang tersedia pada Bakrie Group untuk mengembangkan model ekonomi hijau Indonesia di masa depan.

Bakrie Group adalah salah satu dari kelompok usaha unggulan Indonesia dengan cakupan bisnis yang berfokus pada sektor perkebunan, pertambangan, dan pendidikan. Bakrie Group telah mulai mengarahkan fokus-fokus baru pada sektor industri energi baru dan terbarukan – antara lain dengan layanan aspek IoT bagi sektor-sektor pertambangan dan utilitas. Unit-unit bisnis lain dalam ekosistem Bakrie Group juga telah mulai menancapkan bendera dalam produksi kendaraan listrik selain dalam eksplorasi berbagai bisnis berbasis teknologi.

Dalam HoA ini, Melchor Group dapat berperan sangat besar membantu Bakrie Group dalam berbagai strategi untuk mitigasi potensi-potensi kerusakan lingkungan dan mendukung inisiatif Green Economy Development dalam Bakrie Group.

Menurut Adhika Andrayudha Bakrie, peran penting Ekosistem Melchor sangat nyata melalui beberapa anak perusahaan yang memiliki pengetahuan dan keahlian secara teknis di bidang reforestasi serta serapan karbon. “Arah kerja sama kedua kelompok usaha ini pun akan membuka kemungkinan mencakup sektor pendidikan dengan keterlibatan Bakrie University yang akan semakin dapat menjangkau beragam kelompok masyarakat di berbagai lokasi sekitar kawasan hutan maupun lokasi usaha Bakrie Group untuk meningkatkan inklusivitas pendidikan dan kesejahteraan,” ujar Adihka.

Melchor Group telah memulai inisiatif pembicaraan dengan verifikator dan organisasi internasional nirlaba terkenal seperti Verra, yang berlokasi di Washington, dengan Gold Standard, serta dengan KPMG tanpa mengesampingkan ketentuan Standar Nasional Indonesia seperti yang selalu diamanatkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya Bakar. KLHK mengharapkan bahwa segalanya harus dapat terwujud dengan tatanan yang baik, legal, serta keikutsertaan masyarakat adat dan penduduk di sekitar lingkungan hutan tersebut.

Melchor Group melakukan kegiatan-kegiatan restorasi dan penyerapan karbon melalui salah satu anak usahanya, PT Muller Karbon Kapital (MKK), pada lahan konsesi milik MKK. Sebagai induk perusahaan, Melchor Group juga mengembangkan teknologi perhitungan serapan karbon (CO2) melalui PT Jejak Enviro Teknologi (Jejak.in) yang dikembangkan oleh putra-putri bangsa Indonesia dan merupakan teknologi pertama yang dikembangkan di Indonesia bahkan di dunia dengan memiliki basis data sekitar 15.700 jenis flora dan beribu jenis fauna. PT Rantai Oxygen Indonesia (ROXI), anak perusahaan lain Melchor Group, membangun sistem pendanaan terintegrasi dan juga pencatatan sertifikasi serapan karbon dari lahan hutan, mangrove, maupun gambut, dengan mekanisme berbasis blockchain.

Peter F. Gontha, Chairman dari Melchor Group, menegaskan komitmen Melchor Group bersama masyarakat Indonesia dan dunia untuk berupaya mengantisipasi serta mengatasi perubahan iklim yang mengancam ekosistem global. Peter menekankan betapa Indonesia sangat peduli akan isu pemanasan global, karena bumi adalah satu-satunya planet yang bisa dihuni manusia. “Kami merasa terpanggil dalam bidang usaha ini dan mengembangkan beberapa hal seperti teknologi penghitungan karbon yang akan bisa bekerja sama dengan para verifikator ternama internasional yang telah diakui dunia. Kedua, kami mencari teknologi yang nantinya akan menjadi crowdfunding – dimana seperti dikatakan oleh Pak Jokowi, bahwa Indonesia membutuhkan dana 100 juta dollar AS untuk pelestarian lingkungan hidup. Karena itulah kami ingin juga membantu upaya tersebut untuk ikut melakukan pelestarian, perhitungan, dan carbon offset selain membangun infrastruktur yang terkait. Kelompok usaha kami sangat menyambut baik adanya penandatanganan Nota Kesepahaman atau HoA dengan kelompok usaha Bakrie Group,” ujar Peter.

Peter F. Gontha juga menyambut baik hadirnya Peraturan Presiden Indonesia tentang Nilai Ekonomi Karbon. “Perpres NEK adalah salah satu produk hukum pemerintah yang pertama kali memberikan perlindungan kepada kekayaan alam Indonesia dan perlindungan penggunaan kekayaan alam untuk mensejahterakan kepentingan nasional,” ujar Peter.

Dodi Abdulkadir, Komisaris Melchor Group, turut menyambut Perpres NEK. “Ini adalah bentuk kedaulatan negara Indonesia sebagai adidaya bidang lingkungan yang pemanfaatannya diutamakan untuk pembangunan nasional; khususnya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang hidup di sekitar hutan yang saat ini berjumlah sekitar lebih dari 1 juta KK.

Menurut pemerintah, target Perhutanan Sosial tahun 2024 adalah distribusi akses legal kawasan hutan sosial untuk dikelola masyarakat seluas 12,7 juta Ha. Akses ini akan diberikan kepada 1.668.508 KK, dengan jumlah 22.600 unit SK Perizinan dan akan didorong pembentukan KUPS sebanyak 45.200 unit. Itu artinya Indonesia sudah termasuk dalam kualifikasi negara maju dengan tetap memperhatikan pembangunan yang berkelanjutan menuju negatif emisi,” papar Dodi. Ekosistem bisnis Melchor Group bersama dengan seluruh elemen dalam kelompok usaha Bakrie Group menyatukan komitmen mewujudkan sinergi baru bagi upaya Indonesia untuk menghadapi perubahan iklim.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN