Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka   Foto: Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka Foto: Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub

Sediakan Fasilitas MRO, Bamsoet Yakin Bandara Kertajati Bakal Ramai

Jumat, 3 Desember 2021 | 17:51 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) optimistis pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati dengan menyediakan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) bakal membuat bandara itu ramai.

Hal itu melengkapi fungsi BIJB yang juga akan dikembangkan sebagai bandara khusus haji dan umroh serta sebagai pusat logistik nasional.

"Data Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara mencatat 46% dari pesawat Indonesia masih melakukan MRO di luar negeri. Ini menunjukkan pasar kesempatan untuk mengembangkan fasilitas MRO sangat terbuka. Daripada pihak asing yang menikmati, lebih bagus BIJB dikembangkan sebagai pusat MRO Indonesia. Sehingga maskapai tidak perlu lagi melakukan MRO di luar negeri," ujar Bamsoet dalam keterangannya dikutip Jumat (3/12).

Dia menjelaskan, BIJB tinggal membenahi dan menambah beberapa infrastruktur, antara lain membangun 10 hanggar, dengan 20 slot pesawat berbadan lebar, 16 slot pesawat berbadan sempit. Pembangunannya bisa memanfaatkan lahan 84,2 hektare yang berada dalam kawasan BIJB. Terlebih kawasan bandara masih luas, dari total lahan 1.800 hektare, masih ada 700 hektare yang belum dimanfaatkan.

"Investasi yang diperlukan mencapai Rp 2,5 triliun, dengan payback period diperkirakan mencapai 11,1 tahun. Relatif tidak terlalu tinggi untuk ukuran bisnis MRO. Tidak hanya dimanfaatkan oleh maskapai, MRO di BIJB juga bisa dimanfaatkan untuk merawat pesawat dan helikopter milik TNI-Polri," jelas Bamsoet.

Dia meyakini banyak investor yang tertarik, mengingat berdasarkan kajian Kementerian Perindustrian memproyeksikan potensi bisnis industri perawatan dan perbaikan pesawat atau MRO di Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai US$ 2,2 miliar atau naik signifikan dibanding tahun 2016 sebesar US$ 970 juta. Hal ini seiring upaya pemerintah yang memacu pengembangan industri jasa penerbangan dalam negeri sejak tahun 2000 sehingga kinerjanya tumbuh dalam satu dekade terakhir.

"Apalagi industri MRO kita semakin kompetitif. Saat ini sudah mampu menyediakan berbagai jasa perawatan pesawat, antara lain airframe, instrument, engine, radio, emergency equipment, dan line maintenance," pungkas Bamsoet.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN