Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sesi pembukaan IPOTLook 2022 yang diselenggarakan oleh PT Indo Premier Sekuritas, Jumat malam (10/12/2021). Foto: Indo Premier

Sesi pembukaan IPOTLook 2022 yang diselenggarakan oleh PT Indo Premier Sekuritas, Jumat malam (10/12/2021). Foto: Indo Premier

INDO PREMIER IPOTLOOK 2022,

Indonesia Optimistis Songsong Ekonomi Tahun Depan

Sabtu, 11 Desember 2021 | 12:06 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Keuangan Syariah dan Keuangan, Kementerian Keuangan RI, Dr Halim Alamsyah MA menegaskan bahwa pemerintah optimistis dalam menyongsong ekonomi di tahun depan paska dampak varian Delta.

"Kita melihat aktivitas ekonomi terus menunjukkan perbaikan secara konsisten. Optimisme masyarakat terus menguat yang tercermin dari berbagai indikator yang kami pantau," tegas Halim dalam keynote speech-nya pada IPOTLook 2022 hari pertama, Jumat (10/12/2021).

Dari sisi industri PMI manufaktur, papar Halim, Indonesia kembali mencatat rekor tertinggi pada level 57,2 pada November lalu dan tetap pada zona ekspansi. Tingkat konsumsi listrik, khususnya untuk kelompok bisnis dan industri pada November 2021 juga tumbuh dengan stabil. Bahkan, konsumsi listrik industri terus menunjukkan pertumbuhan double digit.

Sesi pembukaan IPOTLook 2022 yang diselenggarakan oleh PT Indo Premier Sekuritas, Jumat malam (10/12/2021). Foto: Indo Premier
Sesi pembukaan IPOTLook 2022 yang diselenggarakan oleh PT Indo Premier Sekuritas, Jumat malam (10/12/2021). Foto: Indo Premier

"Dengan kondisi ekonomi kita dewasa ini, kami yakin ekspansi pertumbuhan ekonomi kita semakin menguat dalam beberapa saat ke depan, meskipun masih ada ketidakpastian akibat adanya penyebaran varian baru Covid. Kita yakin ekonomi kita akan tumbuh," tuturnya.

Halim pun meyakinkan ekonomi Indonesia juga akan terus didorong melalui kebijakan fiskal dan moneter yang lebih kondusif.

"APBN akan terus berperan menjadi pendukung pemulihan ekonomi kita. Defisit APBN 2022 akan diperkirakan mencapai 4,85% dari PDB yang mencerminkan daya dorong yang kuat," tandasnya.

Di samping Halim, hadir juga dalam sesi pembukaan IPOTLook 2022 yang diselenggarakan oleh PT Indo Premier Sekuritas ini Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.

Direktur PT Indo Premier Sekuritas, Alex Widi Kristiono  pada sesi pembukaan IPOTLook 2022 yang diselenggarakan oleh PT Indo Premier Sekuritas, Jumat malam (10/12/2021). Foto: Indo Premier
Direktur PT Indo Premier Sekuritas, Alex Widi Kristiono pada sesi pembukaan IPOTLook 2022 yang diselenggarakan oleh PT Indo Premier Sekuritas, Jumat malam (10/12/2021). Foto: Indo Premier

Sebelumnya pada Opening Session IPOTLook 2022 bertajuk "Embracing the New Economy” Direktur PT Indo Premier Sekuritas, Alex Widi Kristiono mengungkapkan bahwa pemulihan ekonomi global seiring dengan tren penurunan kasus Covid-19, percepatan vaksinasi dan komitmen pemerintah menekan laju penyebaran varian baru Covid-19 melahirkan harapan baru bagi para investor pasar modal Indonesia.

Apalagi, berbagai inisiatif pemulihan ekonomi domestik juga terus digerakkan melalui kebijakan pemerintah untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi Q3 2021 pun mencapai 3,51% (yoy) dan terus membaik dari kondisi sebelumnya, hingga pada akhirnya mengeluarkan kita dari resesi yang tentunya menjadi optimisme baru dalam berinvestasi," tegas Alex.

Alex mengakui perkembangan positif ekonomi Indonesia juga berdampak pada sektor pasar modal yang tahun ini telah berkontribusi kurang lebih sebesar Rp1.200 triliun untuk pembangunan ekonomi. Hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan signifikan terutama di investor retail, baik dalam jumlah investor baru maupun nilai transaksi yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun lalu.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), saat ini jumlah investor pasar modal sudah mencapai lebih dari 6,7 juta orang, dimana lebih dari 3 juta orang (45,7%) merupakan investor saham atau melonjak hampir 200% sejak sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Begitu juga dengan rata-rata nilai transaksi perdagangan yang ada di Bursa Efek Indonesia, dimana per Oktober 2021 telah mencapai Rp13,5 triliun atau meningkat hampir 50% dari tahun sebelumnya sebesar Rp9,2 triliun.

"Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 telah berhasil mengembalikan, bahkan meningkatkan minat masyarakat Indonesia dalam berinvestasi. Dengan membawa optimisme tersebut, Indo Premier Sekuritas sebagai pelaku pasar merasa bertanggung jawab dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat Indonesia terkait pasar modal, khususnya investasi saham," tegas Alex dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (11/12/2021).

Komitmen Indo Premier ini diwujudkan dalam gelaran IPOTLook 2022 selama 2 hari berturut-turut 10-11 Desember 2021 dengan menghadirkan pakar dan praktisi investasi ternama yang disusun secara komprehensif mulai dari economic outlook, industrial outlook, hingga strategi investasi yang sesuai dengan preferensi masing-masing investor.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.pada sesi pembukaan IPOTLook 2022 yang diselenggarakan oleh PT Indo Premier Sekuritas, Jumat malam (10/12/2021). Foto: Indo Premier
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.pada sesi pembukaan IPOTLook 2022 yang diselenggarakan oleh PT Indo Premier Sekuritas, Jumat malam (10/12/2021). Foto: Indo Premier

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede dalam paparan " Indonesia Economic Outlook 2022: Promoting Recovery Amidst Fed’s Normalization Policy" juga optimistis  pertumbuhan ekonomi 2022 akan lebih baik pada 2021, meski ada tantangan yang masih akan terus dihadapi. Salah satu tantangan yang akan dihadapi adalah normalisasi kebijakan moneter dari bank sentral global seiring dengan pemulihan negara-negara maju yang cenderung lebih cepat dibandingkan negara-negara berkembang.

Dari sisi domestik, pada kuartal 3 pertumbuhan Indonesia sudah mengalami normalisasi, tapi pada saat yang bersamaan memang masih menghadapi varian Delta, sehingga konsumsi rumah tangga kembali merosot dan investasi pun juga cenderung melambat. Menariknya, ekspor memperlihatkan pertumbuhan yang cukup baik yang didukung tren komoditas.

“Dari sisi pertumbuhan ekonomi, kami mencermati bahwa arah pertumbuhan ekonomi kita tahun depan akan lebih terakselerasi, tetapi ada beberapa tantangan, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ada di kisaran 4,5-4,9%. Pemulihan akan lebih meningkat, tapi ada challenge yang harus dihadapi.”

Selanjutnya, rangkaian IPOTLook 2022 menghadirkan Indonesia Value Investor, Rivan Kurniawan "Property yang Proper: Key Points Properties & Real Estate, Transportation, & Logistic", Value Investor and Lecturer of Finance, Erman Sumirat "Memburu Berkah Wabah: Key Points Financials, Consumer Non Cyclical & Cyclical", Co-Founder Investor Muda, William Prasetyo "Future of Technology: Key Points Technology, Infrastructure & Healthcare" dan Founder Demokrasi Saham, Hermanto Sardan "Kekayaan Alam & Kita: Key Points Energy, Basic materials & Industrials".

"Kami berharap IPOTLook 2022 semakin meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat dalam berinvestasi saham dengan menggunakan analisis fundamental secara mendalam hingga pada akhirnya #SemuaBisalnvestasi," tandas Alex.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN