Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erwin Haryono

Erwin Haryono

Utang Luar Negeri RI Turun Jadi US$ 422,3 Miliar

Selasa, 14 Desember 2021 | 12:39 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2021 tercatat US$ 422,3 miliar, turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$ 423,8 miliar dolar AS. Perkembangan ini disebabkan oleh penurunan baik posisi ULN pemerintah maupun sektor swasta.

“(Namun), secara tahunan, posisi ULN Oktober 2021 tumbuh 2,2%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ULN bulan sebelumnya yang sebesar 3,8%,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Selasa (14/12/2021).

Advertisement

Lebih lanjut Erwin memaparkan, pada Oktober 2021, posisi ULN pemerintah tercatat sebesar US$ 204,9 miliar, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$ 205,5 miliar. Alhasil, pertumbuhan ULN pemerintah melambat menjadi 2,5% (yoy) dibandingkan dengan 4,1% (yoy) pada September 2021.

Penurunan posisi ULN tersebut, kata dia, terjadi seiring dengan beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman yang jatuh tempo di Oktober 2021. “Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel,” kata Erwin.

Sedangkan posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 208,4 miliar pada Oktober 2021, menurun dari US$ 209,2 miliar pada September 2021. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 1,0% (yoy) pada Oktober 2021, setelah pada periode sebelumnya tumbuh rendah sebesar 0,4% (yoy).

Kontraksi ULN swasta tersebut, jelas Erwin, disebabkan oleh perkembangan ULN lembaga keuangan yang terkontraksi 5,8% (yoy), lebih dalam dari kontraksi 2,7% (yoy) pada September 2021. “Selain itu, pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan melambat sebesar 0,3% (yoy) dari 1,3% (yoy) pada bulan sebelumnya,” pungkas Erwin.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN