Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi saat meresmikan Bandara Ngloram di Cepu, Jawa Tengah, pada Jumat (17/12/2021). Sumber: BSTV

Presiden Jokowi saat meresmikan Bandara Ngloram di Cepu, Jawa Tengah, pada Jumat (17/12/2021). Sumber: BSTV

Bandara Ngloram Beroperasi Lagi Setelah 37 Tahun Mangkrak

Jumat, 17 Desember 2021 | 11:05 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id  – Setelah 37 tahun, tepatnya sejak 1984 tidak beroperasi atau mangkrak, kini Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kembali beroperasi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo tidak mau melepaskan kesempatan istimewa ini untuk datang langsung meresmikan pengoperasian bandara tersebut.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang bersedia meresmikan Bandara Ngloram.

“Pagi ini kita berbahagia dan bangga dan menyampaikan puji syukur kepada Allah SWT, karena kita dapat meresmikan Bandar Udara Ngloram. Terima kasih pak presiden bersedia untuk meresmikannya,” kata Budi Karya Sumadi di Bandara Ngloram, Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (17/12/2021).

Budi mengatakan Bandara Ngloram memiliki luas sekitar 27 hektare. Sebelumnya bandara ini dimiliki PT Pertamina yang berada dibawah Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Bandara ini dibangun untuk menunjang operasional perusahaan.

Namun karena sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 1984, kemudian dilakukan penyerahan kepada Kementerian Perhubungan pada tahun 2018 oleh PT Pertamina.

“Sehingga kemudian Kementerian Perhubungan membangun bandara ini pada tahun 2019 dan selesai pada satu bulan yang lalu (November),” ujar Budi Karya Sumadi.

Saat ini, Bandara Ngloram sudah menerima penerbangan Citilink sebanyak 2 kali seminggu dan selalu penuh. Ternyata, lanjut Budi, keberadaan Bandara Ngloram sangat diminati oleh masyarakat.

“Saya juga mengimbau para bupati untuk melakukan block seat (pemesanan tiket), jadi PNS bisa juga melakukan pembelian ini, karena memang jarak dari Surabaya dan Semarang relatif jauh,” terang Budi Karya Sumadi.

Saat ini, Bandara Ngloram memiliki landas pacu (runway) sepanjang 1500 meter x 30 meter, taxiway 142 meter x 23 meter, Apron 90 meter x60 meter dan Terminal Penumpang seluas 3.526 meter persegi.

“Ini dibangun dengan runway 1.500 x 30 meter. Sementara untuk ATR. Jadi kemungkinan berikutnya bisa dilakukan lebih jauh lagi,” tutur Budi Karya Sumadi.

Pembangunan Bandara Ngloram ini, menurut Budi, menunjukkan komitmen pemerintah daerah di Jawa Tengah, baik Pemprov maupun Pemkab yang ingin membuktikan pembangunan tetap berjalan selama masa pandemic Covid-19.

“Kami ucapkan terima kasih kepada DPR Pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, DPRD yang memberikan dukungan kepada kami. Kami juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk membuat bandara ini lebih bermakna,” tutur Budi Karya Sumadi.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan di saat yang sama, Kementerian Perhubungan juga sedang membangun bandara di Fakfak, Mentawai, Mandailing Natal dan Nabire. “Insyaallah tahun depan selesai semuanya,” ungkap Budi Karya Sumadi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN