Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
SPKLU Pertamina (Antara)

SPKLU Pertamina (Antara)

Pertamina Harus Jadi Garda Terdepan Agenda Perubahan Iklim

Jumat, 17 Desember 2021 | 19:50 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, sudah selayaknya Pertamina menjadi penggerak dalam agenda mitigasi perubahan iklim. Penilaian itu disampaikan terkait sikap BUMN tersebut, yang berkomitmen penuh dalam penerapan aspek environmental, social & governance (ESG) antara lain dengan memperbanyak model inovasi bisnis.

“Sebagai BUMN energi, Pertamina harus menjadi garda terdepan dalam perubahan iklim,” kata Bhima, Jumat (17/12/2021).

Dalam kaitan itulah, imbuh Bhima, Pertamina bisa memulai dari pengembangan bisnis energi baru terbarukan (EBT). Dengan lebih fokus pada EBT, diharapkan sektor tersebut lebih berkontribusi dalam meningkatkan kinerja keuangan Pertamina. “Pengembangan EBT bisa menjadikan porsi pendapatan dari bisnis itu cukup dominan,” kata Bhima.

Bhima berharap, Pemerintah juga bisa memberi dukungan kepada BUMN yang memang fokus dalam penerapan ESG. Dalam hal ini, pemerintah bisa mengalokasikan pajak karbon dan berbagai intensif perpajakan kepada BUMN yang konsisten melakukan perubahan bisnis ke arah emisi nol.

Bhima juga mendukung upaya BUMN dalam memperbanyak model inovasi bisnis, termasuk perubahan operasional perusahaan dengan bahan baku yang ramah lingkungan. Perubahan tersebut merupakan langkah nyata BUMN dalam mengikuti standar ESG.

“Perubahan operasional perusahaan dengan bahan baku yang ramah lingkungan, penggunaan administrasi paperless, serta mengikuti standar ESG yang lebih tinggi merupakan langkah nyata BUMN,” terang Bhima.

Adapun terkait inovasi bisnis seperti yang dilakukan Pertamina, menurut Bhima memang sudah seharusnya dilakukan. Sebab, bisnis harus inovatif dan bisa mengadopsi teknologi terbaru yang semakin hemat energi dan efisien.

“Setiap penghematan di rantai pasok akan memberikan keuntungan bagi perusahaan serta terciptanya kepercayaan dari konsumen maupun investor. Dalam jangka panjang, ESG akan mendorong inovasi ke arah digital yang masif di seluruh operasional usaha,” papar Bhima.

Hal itu, tegas dia, akan berdampak terhadap kepercayaan konsumen yang lebih tinggi. Investor juga akan menambah modal ke BUMN dalam rangka melakukan ekspansi. Untuk itu, seluruh BUMN memang sebaiknya menerapkan standar ESG secepatnya.

Pertamina memang menjadi salah satu BUMN yang sangat fokus dalam penerapan ESG, di antaranya dengan memperbanyak model inovasi bisnis untuk mendukung transisi energi guna mencapai target net zero emmissions Indonesia pada 2060

Salah satu inovasi bisnis tersebut, adalah untuk mendukung proses transisi energi. Contohnya, Pertamina bersinergi dengan Gojek menggandeng pionir kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua di Indonesia, Gesits serta KBLBB roda dua Taiwan Gogoro dalam mengembangkan infrastruktur hilir bagi motor listrik. Pengembangan tersebut terkait pilot komersial battery swapping station (BSS) atau stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU).

 

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN