Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Perubahan iklim

Ilustrasi Perubahan iklim

Indonesia Butuh Investasi Rp 300 Triliun/Tahun Tangani Perubahan Iklim

Kamis, 6 Januari 2022 | 19:48 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim dibutuhkan dana sebesar Rp 300 triliun per tahun. Berdasarkan roadmap Nationally Determined Contribution (NDC) biaya mitigas akumulatif dari tahun 2020 sampai 2030 mencapai Rp 3.779 triliun.

“Kebutuhan investasi hijau di Indonesia yang sekitar Rp 300 triliun per tahun itu 27% dari APBN. Kami lakukan budget taging, kita juga berikan budgeting ke pemerintah daerah,” ucap ucap Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Adi Budiarso dalam Webinar "Transisi ke Ekonomi Hijau, What Have We Done and Ways Forward” pada Kamis (6/1).

Dia mengatakan itu 33% pembiayaan berasal dari swasta. Pemerintah juga menggaet filantropi dan investor dari luar negeri untuk ikut membiayai anggaran perubahan iklim tersebut.

“Jadi 40% gap menjadi target kita, atau kalau kita (pemerintah) dengan swasta minimal 2/3 dari Rp 300 triliun setiap tahun,” ucapnya.

Adi menuturkan 80% dari total bencana alam yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi yang terhubung dengan perubahan iklim. Oleh karena itu Indonesia harus menyiapkan mitigasi dari dampak perubahan iklim. Misalnya pemerintah mengeluarkan anggaran Rp 35 triliun untuk penanganan bencana tsunami di Aceh.

“Dengan pandemi Covid-19, 4% GDP keluar di satu tahun saja, jadi biaya aspek kesehatan luar biasa apalagi kalau ada ancaman bencana climate change,” ucapnya.

Dalam Paris Agreement Indonesia juga menjalankan komitmen NDC, dimana Indonesia menargetkan penurunan emisi hingga 29%. Adi mengatakan pemerintah sudah menyusun Long Term Strategy Low Carbon and Climate Resilience sebab tanpa upaya ekstra Indonesia akan berkontribusi besar untuk pemanasan global.

“Perlu kita mitigas bersama sehingga kalau kita melakukan transformasi untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih rendah karbon. Kita akan mendukung ketahanan nasional untuk menghadapi potensi bencana nasional,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN