Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu.

Jadi Pelaksana B20, Kadin: Kita Sudah Keluar dari Krisis dan Layak Jadi Pusat Investasi Dunia

Rabu, 19 Januari 2022 | 00:30 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis Presidensi B20 2022 akan membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi dan dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19. Pasalnya, forum ini akan mempertemukan pemimpin bisnis perusahaan multinasional, organisasi, dan komunitas bisnis dari seluruh negara anggota G20 yang akan memberikan rumusan dan masukan mengenai pemulihan ekonomi di masa pandemi.

“Pertemuan atau KTT ini menjadi ajang global untuk membahas isu-isu penting, krusial, dan prioritas dalam bidang ekonomi dan bisnis serta pemulihan pascapandemi. Kadin Indonesia yakin dan percaya, pemerintah bersama para pemimpin bisnis di negara-negara yang tergabung dalam Forum G20 memiliki kemampuan, kredibilitas untuk keluar dari krisis pandemi,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, Selasa (18/1).

Menurut Arsjad yang juga menjadi Penanggung Jawab B20, melalui forum B20, Kadin Indonesia dan komunitas bisnis internasional bisa membantu pemerintah untuk memformulasikan, merumuskan, dan merekomendasikan serta mengadvokasi kebijakan yang terkait pemulihan sosial ekonomi menjadi policy paper. Forum B20 ini mengambil tema Kemajuan Inovatif, Inklusif dan Pertumbuhan Kolaboratif yang sejalan dengan G20.

Baca juga: Kadin Libatkan UMKM dalam Forum B20

Menurutnya, tujuan utama dari tema besar itu mengarah pada stimulus pemulihan yang lebih kuat dan memiliki dampak berkelanjutan bagi semua negara, terutama di Asia yang terkena dampak Covid-19 cukup parah. “Ada tiga kunci utama dalam tema itu, yakni melanjutkan pemulihan dan pertumbuhan kolaboratif dengan memfasilitasi kerja sama lintas batas untuk bersama-sama pulih lebih kuat. Lalu, meningkatkan ekonomi global yang inovatif dengan memanfaatkan potensi kemajuan teknologi dan kreativitas yang pesat serta menempa masa depan yang inklusif dan berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan dan UMKM serta melestarikan bumi layak huni,” jelas Arsjad.

Kadin Indonesia juga akan mengaktualisasikan regulasi ke dalam investasi konkret dengan menggunakan forum B20 ini sebagai partnership platform dunia usaha. Tentunya untuk mencapai itu, lanjut Arsjad, komunitas bisnis atau pengusaha perlu bekerja sama dengan pemerintah dalam merealisasikan proyek proyek berskala besar untuk memberikan dampak positif yang besar kepada masyarakat dan negara.

“Forum B20 ini jadi kesempatan kita, sektor swasta dan pemerintah, untuk mendorong kebijakan yang lebih pro investasi demi tercapainya proyek proyek nasional tersebut untuk menuju Indonesia Emas tahun 2045, Indonesia yang maju, sejahtera, dan mandiri seperti yang dicita-citakan oleh Presiden Jokowi,” jelasnya.

Untuk menandai dimulainya Presidensi B20, Kadin Indonesia akan mengadakan pertemuan pendahuluan dengan pemerintah dan delegasi bisnis dari semua anggota G20. Presiden Jokowi, jelas Arsjad, meminta siaran pers Forum B20 ini menekankan tiga isu prioritas, yakni Global Health Architecture, Digital Transformation, dan Energy Transition.

Baca juga: Kadin Indonesia Komit Tingkatkan Kesejahteraan Buruh

Tiga hal tersebut, pesan presiden saling terkait, karena pengendalian pandemi merupakan kunci utama bagi pemulihan ekonomi dan akselerasinya melalui digitalisasi serta transisi energi baru demi bumi yang lestari dan lingkungan yang sehat. Apabila ketiga aspek tersebut dikuasai, maka visi besar Presiden Jokowi dalam membawa bangsa Indonesia menjadi ekonomi terbesar ke-7 dunia pada tahun 2030 akan terwujud.

Arsjad juga mengatakan, terkait dengan pertumbuhan bisnis yang kolaboratif, Indonesia memiliki proyek bisnis kolaborasi publik swasta yang dapat dijadikan percontohan dan dapat direplikasikan ke negara lain, misalnya dalam bidang kesehatan aplikasi pedulilindungi dan Bali Medical Tourism. “Untuk bidang digital, ada juga pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang melibatkan partisipasi publik, dan PaDi UMKM online marketplace yang mengangkat UMKM. Sementara, di bidang transisi energi kita memiliki PLTS Terapung Cirata yang full menggunakan solar panel dan terbesar di Asia Tenggara,” jelasnya.

Senada dengan Arsjad, Koordinator Wakil Ketua Umum III Kadin Indonesia yang juga Ketua Penyelenggara B20, Shinta W Kamdani mengatakan bahwa forum B20 ini juga membuat Indonesia berkesempatan mendapatkan kepercayaan dari komunitas global dan menumbuhkan pusat investasi di kawasan Asia Tenggara. Terlebih, Indonesia merupakan satu-satunya negara Asia Tenggara yang bisa menjadi tuan rumah G20-B20.

Baca juga: Kadin Dukung Kebijakan Pemerintah Untuk Stabilisasi Harga Minyak Goreng

“Terpilihnya Indonesia sebagai Presidensi juga menunjukkan kepada dunia bahwa kondisi ekonomi Indonesia sudah keluar dari resesi dan investor bisa menanamkan modalnya di Indonesia. Kita juga mampu menjadi menjadi pemimpin Asia dalam mengatasi pemulihan ekonomi yang tidak merata, terutama terkait dengan kapasitas penanganan ancaman kesehatan seperti pandemi dan mendorong langkah penguatan sistem kesehatan global yang transparan dan inklusif,” jelas Shinta.

Melalui forum ini, lanjut Shinta, bisa mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi sekaligus memperlihatkan peluang-peluang investasi di Indonesia. Forum dialog ini mempertemukan perusahaan papan atas yang punya kredibilitas tinggi untuk mengajak pelaku bisnis lokal, UMKM agar berkontribusi, meningkatkan kapasitas serta peluang mereka untuk naik kelas dan terlibat dalam ekosistem bisnis global.

Rangkaian Konferensi B20 yang dilakukan secara offline juga akan memberikan efek domino yang besar dalam dunia bisnis tanah air. Forum yang diadakan offline di Bali akan berpengaruh besar pada sektor konsumsi, MICE, dan pariwisata. Pertemuan ini juga akan membawa penghasilan dalam bentuk devisa dan diperkirakan bisa meningkatkan konsumsi dalam negeri hingga US$ 119,2 juta atau setara dengan Rp 1,69 triliun.

Baca juga: Kadin Indonesia Siapkan Road Map Indonesia Emas 2045

Hal penting lainnya, kata Shinta, kita bisa memperlihatkan bagaimana Indonesia sangat serius dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan ramah bagi investor. Salah satunya melalui reformasi struktural kebijakan di bidang regulasi atau hukum dengan menghadirkan UU Cipta Kerja yang memangkas persoalan birokrasi, korupsi, mempercepat pengurusan izin bisnis dan memberikan kemudahan-kemudahan lain bagi investor.

Shinta juga mengatakan, Kadin Indonesia melalui B20 juga akan mengadakan Expo Investasi, membuat forum kolaborasi seputar industri atau sektor prioritas misalnya energi terbarukan, pemberdayaan digital dan upaya menghasilkan 10-20 mega investasi teratas yang melibatkan anggota Kadin Indonesia.

Untuk mencapai gol itu, kata Shinta, Kadin Indonesia membentuk Satgas B20 untuk isu prioritas seperti Digitalisasi; Perdagangan-Investasi; Energi, Keberlanjutan & Iklim; Masa Depan Pekerjaan & Pendidikan; Integritas dan Kepatuhan; Keuangan & Infrastruktur Pajak serta Peran atau Keterlibatan Perempuan dalam Dunia Bisnis.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN