Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPS Margo Yuwono. (Foto: Humas BPS)

Kepala BPS Margo Yuwono. (Foto: Humas BPS)

Penanganan Sektor Kesehatan Dorong Pemulihan Ekonomi 2021

Senin, 7 Februari 2022 | 14:05 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 mencapai 3,69%. Perekonomian Indonesia 2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 16.970,8 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp 62,2 juta atau US$ 4.349,5.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, capaian pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding tahun 2020 yang terkontraksi 2,07% sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. Melihat berbagai catatan peristiwa yang terjadi selama tahun 2021 maupun kuartal IV-2021 maka pemulihan kesehatan menjadi faktor penting dalam pemulihan ekonomi.

“Harapannya momentum pemulihan ekonomi bisa terjaga di tahun 2022 dengan catatan protokol kesehatan memegang peranan penting sehingga kasus harian semakin berkurang dan mobilitas penduduk semakin bagus. Pada akhirnya pemulihan ekonomi di tahun 2022 bisa berlanjut sesuai harapan,” ucap Margo kepada awak media dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Senin (7/2).

Bila dilihat menurut lapangan usaha maka industri pengolahan memegang kontribusi terbesar hingga 0,70%. Pertumbuhan industri pengolahan selama tahun 2021 mencapai 3,39%. Hal ini didorong oleh produksi mobil tumbuh 62,56%, produksi motor tumbuh 34,41%, dan produksi semen tumbuh 7,04%.

Baca Juga: BPS: Ekonomi Kuartal IV-2021 Tumbuh 5,02%

“Secara kumulatif industri pengolahan tumbuh 3,39% ini jauh lebih bagus kalau dibanding 2020 terjadi kontraksi 2,93%,” ungkap Margo.

Komponen perdagangan, reparasi mobil dan motor mengalami pertumbuhan 4,65% dengan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi 0,6%. Pertumbuhan komponen tersebut ditopang oleh penjualan mobil wholesale yang tumbuh hingga 66,64%, penjualan motor tumbuh 38,16%, dan penjualan semen tumbuh 6,73%. Komponen informasi dan komunikasi tumbuh 6,81%, dengan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi 0,41%. Komponen ini mengalami kontraksi dibandingkan tahun 2020 yang tumbuh hingga 10,61%.

“Informasi dan komunikasi melambat di tahun 2021 karena industri informasi yang mencakup percetakan dan barang dari kertas ini mengalami kontraksi,” ucap Margo.

Kemudian, komponen pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan 4% pada tahun 2021. Komponen ini berkontribusi 0,29% ke pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Lalu, komponen pertanian tumbuh 1,84% di tahun 2021. Hal ini didorong oleh produksi padi tumbuh 0,17%, diikuti oleh produksi hortikultura seperti pisang meningkat 2,89%), jeruk (21,59%), dan nanas (18,63%).

Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia 2021 Tumbuh 3,69%

Berikutnya, komponen transportasi dan pergudangan tumbuh 3,24% selama tahun 2021. Hal ini disebabkan kenaikan volume pengiriman barang domestik maupun ekspor dan impor. Pada saat yang sama juga terjadi peningkatan aktivitas pergudangan dan perusahaan logistik.

Pengeluaran

Sedangkan jika dilihat menurut pengeluaran maka Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)/Investasi menjadi kontributor terbesar untuk pertumbuhan ekonomi 2021. PMTB tumbuh 3,80% dengan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi 1,21%. Pertumbuhan investasi didorong oleh penjualan semen domestik yang tumbuh 4,33%. Meningkatnya produksi domestik dan nilai impor mesin masing-masing sebesar 15,46% dan 11,07%.

“Realisasi belanja modal pemerintah APBN selama 2021 naik 32,46% dibanding 2020,” ucapnya.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Tanggapi Lonjakan Harga Komoditas 

Konsumsi rumah tangga tumbuh 2,02% dengan kontribusi 1,09% ke perekonomian nasional sepanjang tahun 2021. Hal ini didrong oleh peningkatan oenjualan eceran makan, minuman, tembakau, serta bahan bakar kendaraan masing-masing tumbuh 7,91% dan 17,74%. Penjualan wholesale mobil penumpang dan sepeda motor masing-masing tumbuh 69,67% dan 38,07%. Nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit tumbuh 11,7%.

Komponen ekspor barang dan jasa tumbuh hingga 24,04% dengan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi nasional 0,98%. “Ekspor sangat impresif di tahun 2021 ini, jauh lebih bagus dari 2020 yang kontraksi 8,14%,” kata Margo.

Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh 4,17%, meningkat dari tahun 2020 yang hanya tumbuh 2,02%. Hal ini didorong realisasi belanja barang dan jasa APBN tahun 2021 sebesar Rp 403,11 triliun meningkat dibanding 2020. Realisasi belanja pegawai APBN tumbuh 2,01% dibanding 2020.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN