Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas pekerja garmen di PT Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Aktivitas pekerja garmen di PT Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Kemenperin: Restrukturisasi Sritex Bangkitkan Optimisme Industri Tekstil

Kamis, 10 Februari 2022 | 21:19 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang sukses merampungkan restrukturisasi dengan kreditur hingga homologasi. Hal ini dinilai dapat membangkitkan optimisme industri tekstil, terutama di tengah pandemi yang memiliki dampak besar terhadap dunia usaha.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, keberhasilan restrukturisasi hingga homologasi Sritex menjadi angin segar bagi industri tekstil dalam negeri. Terlebih, Sritex merupakan salah satu industri tekstil terbesar yang integrated dari hulu ke hilir.

Advertisement

"Dengan produk tekstil terintegrasi dan terbesar di Indonesia, maka keberhasilan PT Sritex dalam menghadapi tantangan restrukturisasi ini juga mengindikasikan kepercayaan para pemangku kepentingan global atas kemampuan industri TPT Indonesia," ujar Menperin di Jakarta, Kamis (10/2).

Agus menerangkan, pemerintah selama ini melakukan berbagai langkah agar dunia industri dapat bertahan dikala pandemi. Pemerintah terus menjaga iklim investasi dan usaha industri TPT melalui kebijakan strategis. Baik berupa insentif fiskal maupun non-fiskal, untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19.

Efek dari keberhasilan Sritex berdamai dengan kreditur pun berdampak positif lebih luas. "Dengan selesainya proses restrukturisasi (Sritex), industri TPT pantas disebut sebagai sunrise industry, bukan sunset," ucap dia.

Di sisi lain, menurut Agus, dari keberhasilan Sritex ini juga, optimisme terhadap sektor padat karya semakin bertumbuh. Sebagai sektor padat karya berorientasi ekspor, Kemenperin optimistis industri TPT nasional semakin tumbuh. “Didukung juga dengan kebijakan yang dapat menjadi stimulus bagi perusahaan," ujar Menperin.

Senada dengan Menperin, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) pun merespons positif pencapaian Sritex. Dia menilai ini bahkan menjadi titik balik bagi dunia industri di tengah pandemi.

"Titik balik Industri TPT di tahun 2022 akan ditandai dengan meningkatnya investasi di industri tekstil yang bisa mencapai US$ 900 juta dalam periode 2022-2023," ujar Jemmy.

Dia menilai, komitmen investasi para pengusaha menunjukkan keyakinan terhadap sektor tekstil, dan dukungan dari sektor perbankan. Rampungnya restrukturisasi Sritex sebagai satu dari beberapa perusahaan tekstil yang melantai di bursa juga menandakan kepercayaan para kreditur terhadap prospek industri tekstil ke depan.

"Kami berharap dengan sinergi dan kolaborasi antar pengusaha tekstil, industri ini dapat bangkit lebih kuat lagi menuju ketahanan dan kemandirian sandang nasional," pungkas Jemmy.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN