Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erwin Haryono

Erwin Haryono

Posisi Utang LN RI Akhir 2021 Turun 0,44%, Pertama Kali Sejak 2006

Selasa, 15 Februari 2022 | 11:26 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id) ,Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal IV-2021 tercatat US$ 415,1 miliar, turun US$ 8,9 miliar dibandingkan posisi kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 424 miliar. Secara tahunan, posisi ULN kuartal IV-2021 itu terkontraksi 0,44% (yoy), setelah tumbuh 3,8% (yoy) pada III-2022, dan merupakan penurunan pertama kali secara tahunan di akhir tahun paling tidak sejak 2006.

“Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) maupun sektor swasta,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Selasa (15/2/2022).

Advertisement

Erwin memaparkan, posisi ULN pemerintah pada kuartal IV-2021 tercatat US$ 200,2 miliar, turun dari posisi kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 205,5 miliar. “Hal ini menyebabkan ULN pemerintah terkontraksi 3,0% (yoy), setelah tumbuh 4,1% (yoy) pada kuartal III-2021,” kata dia.

Menurut Erwin, penurunan ULN pemerintah terjadi seiring beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo dan pelunasan sebagian pokok pinjaman di kuartal IV-2021. Di samping itu, volatilitas di pasar keuangan global yang cenderung tinggi turut berpengaruh pada perpindahan investasi dari SBN ke instrumen lain, sehingga mengurangi porsi kepemilikan investor nonresiden di SBN.

Sepanjang kuartal IV-2021, lanjut dia, ULN pemerintah tetap diarahkan pada pembiayaan sektor produktif dan diutamakan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah, termasuk kelanjutan upaya mengakselerasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “ULN pemerintah terus dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel,” tandas dia.

Hingga akhir 2021, kata Erwin, pemanfaatan ULN pemerintah tercatat ikut mendukung kinerja pemerintah pada sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,9% dari total ULN pemerintah), sektor jasa kesehatan, dan kegiatan sosial (17,2%), sektor jasa pendidikan (16,5%), sektor konstruksi (15,5%), dan sektor jasa keuangan dan asuransi (12,1%).

“Dari sisi risiko refinancing, posisi ULN pemerintah kuartal IV-2021 relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total ULN Pemerintah,” ungkap Erwin.

ULN Swasta

Sedangkan posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 205,9 miliar pada kuartal IV-2021, turun dari US$ 209,3 miliar pada kuartal III-2021. Secara tahunan, ULN swasta terkontraksi 0,9% (yoy), setelah tumbuh 0,6% (yoy) dari kuartal sebelumnya sejalan dengan pembayaran neto pinjaman dan utang lainnya selama periode kuartal IV-2021.

“Perkembangan tersebut disebabkan oleh semakin dalamnya kontraksi ULN lembaga keuangan (financial corporations) menjadi 4,2% (yoy), dari kontraksi kuartal sebelumnya 2,7% (yoy), dan kontraksi ULN korporasi bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) menjadi sekitar 0,01%, setelah tumbuh 1,5% (yoy) pada kuartal III-2021,” jelas Erwin.

Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin, sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 76,7% dari total ULN swasta. “ULN tersebut tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,4% terhadap total ULN swasta,” ucap Erwin.

Tetap Sehat

Bank Indonesia menyebutkan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. ULN Indonesia pada kuartal IV-2021 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 35,0%, menurun dibandingkan dengan rasio pada kaurtal sebelumnya sebesar 37,0%.

Selain itu, struktur ULN Indonesia yang tetap sehat ditunjukkan oleh ULN jangka panjang yang lebih dominan dengan pangsa mencapai 88,3% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” pungkas Erwin.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN