Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu/Ketua KSSK, Sri Mulyani Indrawati.

Menkeu/Ketua KSSK, Sri Mulyani Indrawati.

Menkeu: Pandemi Covid-19 Turunkan Emisi Global hingga 6,4%

Selasa, 22 Februari 2022 | 17:21 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pada 2020 atau awal pandemi Covid-19, emisi global turun 6,4% atau terjadi pengurangan 2,3 miliar ton CO2 akibat kegiatan ekonomi yang menurun. Dengan demikian, kondisi pandemi Covid-19 justru berdampak positif bagi lingkungan.

“Ini memberikan dampak yang sungguh luar biasa. Jika aktivitas ekonomi seluruh masyarakat di dunia mengalami restriksi atau penurunan maka dampaknya terhadap perubahan iklim justru cukup baik,” ucap Sri Mulyani dalam acara Green Economy Outlook 2022 - Arah Kebijakan Indonesia dan Tantangan Mewujudkan Green Economy di Jakarta, Selasa (22/2).

Menurut Menkeu, awal pandemi Covid-19 memaksa banyak kegiatan masyarakat dan ekonomi terhenti. Dampaknya sangat berat bagi perekonomian. Namun, hal sebaliknya terjadi pada emisi karbon atau CO2 yang menjadi penyebab menghangatnya dunia dan perubahan iklim.

Sri Mulyani menjelaskan, masyarakat dunia dihadapkan pada dilema antara menyelamatkan dunia atau menyelamatkan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Titik tengah yang diharapkan masyarakat tetap bisa melaksanakan kegiatan ekonomi, terutama di negara-negara berkembang.

“Negara berkembang tetap bisa melaksanakan program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakatnya, namun bisa menurunkan CO2 dalam rangka menghindari terjadinya catastrophic consequences,” papar dia.

Kembali Melonjak

Sri Mulyani mengungkapkan, pada Januari-Mei 2021 atau saat dunia mulai mengalami pemulihan ekonomi, tingkat emisi global, terutama di sektor energi, industri, dan residensi kembali melonjak pada level yang lebih tinggi dari periode sebelum pandemi Covid-19. Pemulihan ekonomi memiliki konsekuensi kepada kenaikan jumlah emisi karbon, bahkan levelnya melebihi periode sama 2019.

“Ini menjadi satu tantangan bagaimana dalam kondisi pascapandemi, kita mampu mendesain pemulihan ekonomi yang lebih hijau, di mana emisi karbonnya menjadi lebih rendah,” tutur dia.

Seluruh negara, menurut Menkeu, sedang merancang kebijakan untuk hidup bersama pandemi atau beradaptasi menuju endemik. Pada saat yang sama, upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan.

Berdasarkan survei United Nation Development Program (UNDP) pada 2020, menurut Sri Mulyani, sekitar 2/3 masyarakat global telah menganggap isu pemanasan global atau isu perubahan iklim dan pemanasan global sebagai isu prioritas dan mendesak.

“Ini menunjukkan suatu preferensi yang sangat kuat, sehingga menjadi peluang bagi Indonesia dan seluruh dunia untuk kemudian berpikir dan mendesain bagaimana mentransformasikan perekonomian menuju ekonomi ramah lingkungan,” tegas Sri Mulyani.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN