Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gapki-NU meneken MoU pendampingan kemitraan petani kelapa sawit warga Nahdatul Ulama, Jumat (4/3). Foto: IST

Gapki-NU meneken MoU pendampingan kemitraan petani kelapa sawit warga Nahdatul Ulama, Jumat (4/3). Foto: IST

TEKEN MOU KEMITRAAN,

Gapki-NU Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit

Sabtu, 5 Maret 2022 | 14:09 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

PALEMBANG, investor.id – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dan Nahdhatul Ulama (NU) bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pendampingan kemitraan petani kelapa sawit warga Nahdatul Ulama, Jumat (4/3).

“Gapki bersama NU akan bekerja sama dalam pelaksanaan Peremajaan Sawit Rakyat bagi petani NU melalui kemitraan dengan perusahaan sawit dalam bentuk pembinaan dan pendidikan,” ungkap Joko Supriyono, Ketua Umum Gapki, dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (5/3/2022).

Menurut Joko, MoU ini penting agar petani kelapa sawit NU dapat terus meningkatkan produktivitas dalam budidaya kelapa sawit. “Dengan produktivitas yang lebih baik, diharapkan petani kelapa sawit lebih sejahtera,” tambahnya.

Baca juga: Prospek Sawit Cerah, Gapki Sebut Lima Faktor Pendukung

Produktivitas dan kesejahteraan petani, menurut Joko, sangat penting bagi perkembanbangan sebuah wilayah. Ia menjelaskan bahwa semakin sejahtera petani, maka roda perekonomian disebuah daerah akan lebih cepat berputar.

Gapki-NU meneken MoU pendampingan kemitraan petani kelapa sawit warga Nahdatul Ulama, Jumat (4/3). Foto: IST
Gapki-NU meneken MoU pendampingan kemitraan petani kelapa sawit warga Nahdatul Ulama, Jumat (4/3). Foto: IST

“Dengan demikian, akan terjadi multiplier effect yang menyebabkan sektor-sektor lain yang mendukung industri sawit dan juga kebutuhan petani ikut berputar,” terang Joko.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Sawit, Gapki Sebut Pemerintah Punya Dua “PR”

Joko menyebutkan bahwa kelapa sawit telah membangun ekonomi daerah. “Wilayah yang memiliki kelapa sawit mengalami peningkatan perekonomian yang signifikan,” ungkapnya.  

Oleh karenanya, wilayah tersebut berkembang baik secara ekonomi maupun sosialnya. “Sawit mampu membangun peradaban di daerah-daerah yang dahulu dalam kondisi terpencil,” tegasnya.

Baca juga: Gapki: Ketersediaan CPO Cukup untuk Produksi Migor Domestik

“Peradaban tidak akan bisa bertahan jika tidak bisa menjaga alam,” ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, Yahya Chalil Staquf.

Pria yang biasa dipanggil Gus Yahya ini mengatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya yang besar selama 700 tahun harus kehilangan kejayaannya karena gagal mengelola alam.

“Sriwijaya kalah karena gagal merawat sungai musi sehingga terjadi pendangkalan,”ungkapnya. Karenanya, akses Sriwijaya terhadap dunia luar  menjadi terputus.

Baca juga: Gapki Dukung Kebijakan Sudsidi Minyak Goreng

Hal inilah yang mendasari NU untuk terus menjaga jagat (alam). “Kita semua, tidak hanya di Indonesia tapi seluruh dunia, tidak akan mampu bertahan jika tidak mampu merawat alam,” ungkap  Gus Yahya.

“Ini adalah wujud formulasi gagasan NU bersama dengan pemerintah, dan pengusaha-swasta untuk berupaya mengikhtiarkan kemakmuran sekaligus merawat alam,” tegasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN