Menu
Sign in
@ Contact
Search
SPBU - Jual Pertamax

SPBU - Jual Pertamax

Pengguna Pertamax Migrasi ke Pertalite, Seberapa Banyak? Ini Hitung-hitungannya

Sabtu, 2 April 2022 | 07:00 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Setelah penyesuaian harga BBM non-subsidi Gasoline RON 92 (Pertamax) dari Rp 9.000 per liter menjadi Rp 12.500 per liter mulai 1 April 2022, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan memproyeksikan akan terjadi migrasi pengguna Pertamax ke Pertalite yang saat ini harganya Rp 7.650 per liter. Namun, Mamit memprediksi kenaikan pengguna Pertalite tidak besar atau hanya sekitar 20% dan itu berlangsung sesaat, terutama pada awal kenaikan harga Pertamax.

“Penyesuaian harga ini bentuk kepedulian Pertamina karena tidak sampai dinaikkan sesuai harga keekonomian yang Rp 16.000 per liter. Dengan kenaikan ini, saya kira tidak akan mendorong migrasi yang terlalu besar. Memang akan ada migrasi di awal, tetapi seiring berjalannya waktu, mereka akan kembali ke Pertamax karena merasakan perbedaan kualitas antara Pertamax dan Pertalite. Apalagi, Pertamax ini mayoritas dikonsumsi oleh kalangan menengah ke atas,” kata Mamit Setiawan.

Baca juga: Kenaikan Harga Pertamax Minim Dampaknya pada Inflasi

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro juga punya pandangan yang sama. Paska penyesuaian harga ini, potensi migrasi dari Pertamax ke Pertalite akan selalu ada, namun ia meyakini jumlahnya terbatas.

“Kalau yang saya lihat, mungkin yang roda dua ada peluang pindah ke Pertalite. Tetapi kalau roda empat, untuk turun ke Pertalite biasanya agak susah,” kata Komaidi.

Baca juga: Pakar : Kenaikan Harga Pertamax tak Terelakkan

Sementara itu, Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menyampaikan, dengan harga baru Pertamax, Pertamina berharap masyarakat tetap memilih BBM non-subsidi yang lebih berkualitas karena harga barunya masih terjangkau, khususnya untuk masyarakat mampu yang selama ini menggunakan pertamax.

“Penyesuaian harga Pertamax menjadi Rp 12.500 per liter ini masih lebih rendah Rp 3.500 dari nilai keekonomiannya. Ini kita lakukan agar tidak terlalu memberatkan masyarakat," ujar Irto.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com