Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambangi Kantor Pusat PT PLN (Persero) untuk memberi arahan dalam acara bertajuk

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambangi Kantor Pusat PT PLN (Persero) untuk memberi arahan dalam acara bertajuk "Menteri BUMN menyapa SP PLN dan Milenial", 7 April 2022. (foto istimewa).

SDA Indonesia Jangan Jadi Bahan Pertumbuhan Negara Lain

Kamis, 7 April 2022 | 18:57 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, sumber daya alam (SDA) Indonesia yang besar harus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karenanya, seperti arahan Presiden Joko Widodo, hilirisasi industri saat ini menjadi fokus untuk meningkatkan nilai tambah SDA.

“Kita harus membangun ekosistem kita sendiri, ekosistem Indonesia, bukan ekosistem China atau Amerika. Tentu ini sejalan dengan yang disampaikan Presiden bagaimana hilirisasi SDA harus terjadi. Kenapa? Indonesia itu negara yang besar sumber daya alamnya, ini jangan dipakai untuk pertumbuhan ekonomi negara lain. Harus dipastikan sumber daya alam kita menjadi pertumbuhan ekonomi bangsa kita, membuka kesempatan kerja bangsa kita, membuka kesempatan usaha kita,” kata Erick Thohir dalam acara “Menteri BUMN Menyapa Serikat Pekerja PLN dan Milenial”, di Kantor Pusat PLN Persero, Jakarta, Kamis (7/4/2022).

Sumber daya alam yang besar ini menurutnya juga harus dimanfaatkan PLN untuk menciptakan renewable energy. “Kenapa PLN membangun power plant yang juga renewable? Jangan kaget, dengan kekuatan alam kita yang namanya air, matahari, angin, ini kita bisa menjual listrik ke negara tetangga. Artinya apa? Mereka butuh kita. Hal ini yang kita lakukan daripada kita terus dipenetrasi,” ujarnya.

Erick menambahkan, pasar Indonesia yang besar juga tidak boleh dipakai hanya untuk pertumbuhan bangsa lain, tetapi harus diprioritaskan untuk pertumbuhan bangsa Indonesia. “Kita tidak anti asing, tapi mereka yang harus ikut roadmap kita, bukan kita yang ikut roadmap mereka,” ujarnya.

Erick juga menyinggung pembentukan Holding PLN yang salah satu tujuannya untuk memperkuat ekosistem mobil listrik. “Kenapa holding ini terbentuk? Memperkuat, bagaimana kita sekarang ikut dalam pembangunan yang namanya ekosistem EV battery, mobil listrik. Ini kita harus ikut karena ini perubahan yang terjadi, dan jantungnya itu di PLN,” tegas Erick.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN