Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan empat langkah untuk mempercepat inklusi ekonomi dan keuangan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan empat langkah untuk mempercepat inklusi ekonomi dan keuangan.

BI Paparkan Empat Langkah untuk Percepat Inklusi Ekonomi

Rabu, 20 April 2022 | 14:28 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan empat langkah untuk mempercepat inklusi ekonomi dan keuangan. Dia menuturkan inklusi ekonomi dan keuangan merupakan bagian dari agenda G20.

Pertama yaitu membuat jamaah, dengan maksud menghadirkan klasterisasi unit ekonomi secara kolektif. Sebab untuk memajukan UMKM diperlukan klasterisasi. Dengan adanya grup atau jamaah maka bisa meningkatkan peran dari UMKM. BI telah melakukan pemberdayaan ekonomi pesantren.

“Banyak pesantren di seluruh negeri, dan kami berhasil menjalankan ekonomi pesantren,” ucap Perry dalam seminar daring bertajuk “Financial Inclusion and Sustainable Economy” pada Rabu (20/4/2022).

Baca juga:BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,5%-5,3%

Kedua yaitu peningkatan kapasitas untuk UMKM melalui bantuan teknis dan produksi. Perry menuturkan dalam pengembangannya, pelaku UMKM sangat membutuhkan bantuan teknis mulai dari produksi hingga pemasaran.

Ketiga yaitu kebijakan yang afirmatif untuk mengembangkan UKM dalam inklusi ekonomi dan keuangan termasuk pengembangan Ekonomi Syariah dan Keuangan. Dalam hal ini BI mendorong UMKM untuk bisa mendapatkan akses pembiayaan.

“Mempromosikan dalam ekspor global, melalui perdagangan dan promosi. Dari juga pemerintah banyak kebijakan afirmatif termasuk subsidi,” ucap Perry.

Keempat yaitu digitalisasi yang sangat penting dalam pengembangan UMKM. Digitalisasi sangat diperlukan khususnya dalam pemasaran produk UMKM hingga ke mancanegara.

Baca juga:BI: Mulai Juli, Batas Saldo Uang Elektronik Jadi Rp 20 juta 

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Islam Indonesia Internasional Komaruddin Hidayat mengatakan penerapan langkah sistem kesehatan dalam hal pembatasan mobilitas telah melahirkan percepatan proses digitalisasi perekonomian. Menurutnya ekonomi Islam yang diperkuat oleh kerangka digital menawarkan keseimbangan baru bagi stabilitas keuangan dan pembangunan ekonomi.

“Islamic Digital finance, menggambarkan kembali fitur-fitur dasar sistem keuangan dan memberdayakan produksi ekonomi dan menumbuhkan masyarakat ekonomi, termasuk mereka yang berpenghasilan rendah,” ucap Komaruddin.

Dengan adanya Islamic Digital finance juga memperhatikan unsur keadilan dan kewajaran, keberlanjutan dan inklusi sebagai elemen penting yang dibutuhkan oleh ekonomi riil untuk menghasilkan kegiatan nilai tambah.

“Ekonomi dan keuangan Islam berdiri di atas beberapa prinsip mendasar, yang meliputi penggunaan konsep pembagian risiko,” ucapnya. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN