Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

BI: G20 Cermati Dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap Ekonomi Global

Kamis, 21 April 2022 | 13:42 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut, anggota G20 mencermati perkembangan terkini perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Ketegangan ini telah berimplikasi terhadap kenaikan harga komoditas global seperti energi hingga harga pangan di berbagai negara. Hal ini disampaikannya dalam Konferensi Pers usai pertemuan FMCBG kedua yang dilaksanakan di Wangshinton DC.

“Peningkatan harga komoditas global seperti energi dan harga pangan telah berdampak pada banyak negara di dunia, termasuk juga negara-negara berkembang dan berkembang dengan masalah inflasi yang lebih tinggi,” tuturnya, Kamis dini hari (21/4/2022).

Baca juga:Menkeu: Pemulihan Lebih Kompleks, G20 Kutuk Perang Rusia-Ukraina

Disamping itu, perang Rusia-Ukraina juga menyebabkan ketidakpastian karena terganggunya proses pemulihan ekonomi, kenaikan inflasi yang tinggi di berbagai negara juga mendorong Bank Sentral di negara maju melakukan pengetatan moneter dan pengetatan likuiditas.

Melalui G20, kata Perry semua negara berkomitmen untuk melakukan koordinasi dan kolaborasi untuk mendukung pemulihan ekonomi berlangsung merata.

Oleh karena itu, Perry menekankan agar Bank Sentral di berbagai negara membuat kebijakan yang terencana, terkalibrasi dan dikomunikasikan kepada publik dengan baik. Hal ini penting dilakukan karena G20 mengedepankan perumusan kebijakan berdasarkan kepentingan global dengan memperhitungkan dampak ke negara lain.

Baca juga: Menkeu AS Pimpin Walkout G20 Saat Rusia Berbicara

“Tindakan kewenangan dalam mengambil kebijakan sudah berdasarkan penilaian yang sangat menyeluruh terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global dan tentu saja dengan mempertimbangkan apa dampaknya bagi negara lain terhadap perekonomian global,” ucapnya.

Dengan kebijakan yang telah direncanakan, dikalibrasi dan dikomunikasikan dengan baik, maka pasar dapat memperhitungkan langkah yang akan dilakukan.

“Jadi komunikasi sangat penting. Hal ini tidak hanya untuk memastikan harapan itu diterjemahkan dengan baik, tetapi juga ini adalah bagian dari tata kelola pembuatan kebijakan, yang transparan dan akuntabel kepada publik,” ucapnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN