Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Terbaik 10 Tahun Terakhir, Investasi Kuartal I Tumbuh 28,5%

Rabu, 27 April 2022 | 14:01 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sebesar Rp 282,4 triliun atau naik 28,5% secara year on year (yoy) dan secara quarter to quarter (qtq) juga tumbuh 16,9%.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan capaian realisasi investasi kuartal I merupakan rekor terbaik selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Hal ini semakin menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia semakin baik.

“Capaian ini rekor 10 tahun terakhir dengan pertumbuhan investasi 16 % secara qtq dan yoynya 28,5%. Ini menunjukkan kebijakan negara pemerintah dalam ramu strategi investasi ada track dan berikan kepastian dan rasa berbeda bagaimana teman-teman investor bisa menanamkan investasi dalam dan luar negeri,” ucap Bahlil dalam Konferensi Pers, Realisasi Investasi, Rabu (27/4/2022).

Baca juga:Bahlil Sebut Pelarangan Ekspor CPO Tidak Pengaruhi Kondisi Investasi

Secara rinci, nilai investasi tersebut berasal dari dua sumber. Pertama penanaman modal dalam negeri (PMA) sebesar Rp 147,2 triliun atau tumbuh 31,8% yoy) dan tumbuh 20,5% (qtq). Sementara PMDN tercatat Rp 135,2 triliun atau tumbuh 25,1% (yoy) dan tumbuh 13,3% (qtq). 

Menurut Bahlil, PMA yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan PMDN di kuartal I, disebabkan investor global mulai nyaman dan yakin terhadap stabilitas regulasi, stabilitas kebijakan negara untuk mendorong investasi masuk ke Indonesia.

“PMA dan PMDN tumbuh sama sama tumbuh, ini kami inginkan agar investasi berkualitas,” ucapnya.

Baca juga: Bahlil: Sektor Hilirisasi Perlu Dukungan Permodalan dari Perbankan

Lebih lanjut, Bahlil menyebut sektor yang dituju investor makin berkualitas dan bernilai tambah, karena posisi pertama ditempati oleh sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 39,7 triliun, kemudian transportasi gudang dan telekomunikasi sebesar Rp 39,5 triliun.

Ketiga sektor pertambangan sebesar Rp 35,2 triliun, keempat perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 24,9 triliun dan terakhir sektor listrik gas dan air sebesar Rp 23,1 triliun. “Jadi hilirisasi sedang terjadi kita on track dan tidak akan pengaruh intervensi negara manapun utk menahan hilirisasi kita,” tegasnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com