SWIPE UP TO READ
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erwin Haryono

Erwin Haryono

Setahun, Utang Luar Negeri Indonesia Berkurang Rp 69,01 Triliun

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:02 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal I-2022 tercatat sebesar US$ 411,5 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 415,7 miliar. Sedangkan dibandingkan posisi akhir kuartal I-2021 yang sebesar Rp 416,2 miliar, ULN akhir kuartal I-2022 itu turun US$ 4,7 miliar (setara Rp 69,01 triliun) atau 1,12% (yoy).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menjelaskan, perubahan posisi ULN itu disebabkan oleh penurunan posisi ULN sektor publik (pemerintah dan Bank Sentral) maupun sektor swasta. “Secara tahunan, posisi ULN triwulan I-2022 mengalami kontraksi sebesar 1,1% (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 0,3% (yoy),” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/5/2022).

Advertisement

Menurut Erwin, tren penurunan ULN pemerintah juga berlanjut pada kuartal I-2022. Posisi ULN pemerintah pada kuartal I-2022 sebesar US$ 196,2 miliar, menurun dari posisi triwulan sebelumnya yang sebesar 200,2 miliar dolar AS.

“Secara tahunan, pertumbuhan ULN pemerintah mengalami kontraksi sebesar 3,4% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 3,0% (yoy),” kata dia.

Penurunan tersebut terjadi seiring beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo, baik SBN domestik maupun SBN valas, serta adanya pelunasan neto atas pinjaman yang jatuh tempo selama periode Januari hingga Maret 2022, yang sebagian besar merupakan pinjaman bilateral.

Di samping itu, lanjut Erwin, volatilitas di pasar keuangan global yang cenderung tinggi turut berpengaruh pada perpindahan investasi pada SBN domestik ke instrumen lain, sehingga mengurangi porsi kepemilikan investor nonresiden pada SBN domestik.

Penarikan ULN pada kuartal I-2022 masih diutamakan untuk mendukung belanja prioritas Pemerintah, termasuk upaya penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel.

Dukungan ULN pemerintah dalam memenuhi kebutuhan belanja prioritas hingga Maret 2022 antara lain mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (24,6% dari total ULN pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,5%), serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,1%).

Selain itu, tambah Erwin, sektor konstruksi (14,2%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,7%). “Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total ULN pemerintah,” jelas dia.

ULN Swasta

Posisi ULN swasta pada kuartal I-2022 tercatat sebesar US$ 206,4 miliar, turun dari US$ 206,5 miliar pada kuartal IV-2021. Secara tahunan, ULN swasta terkontraksi 1,8% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 0,6% (yoy).

Menurut Erwin, Perkembangan tersebut disebabkan oleh pembayaran pinjaman luar negeri dan surat utang yang jatuh tempo selama kuartal I-2022 sehingga ULN lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) terkontraksi masing-masing sebesar 5,1% (yoy) dan 1,0% (yoy).

Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi; sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin; sektor industri pengolahan; serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 76,6% dari total ULN swasta. “ULN tersebut tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,0% terhadap total ULN swasta,” kata Erwin.

Tetap Sehat

Menurut dia, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. ULN Indonesia pada kuartal I-2022 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 33,7%, menurun dibandingkan dengan rasio pada kuartal sebelumnya sebesar 35,0%.

Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 87,9% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” pungkas Erwin.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN